TRANSFORMASI INDONESIA. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Pertanyaan 1

Penjaga Kitabullah6:58am Sep 16

Theos Anner II, OKE , INI PERTANYAAN PERTAMA SAYA

YESUS BERPESAN, SBB

Matius 5

(20) Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

PERTANYAAN SAYA,

COBA TUNJUKKAN BUKTI BAHWA KEHIDUPAN KEAGAMAAN UMAT KRISTEN LEBIH BAIK DARI KEHIDUPAN KEAGAMAAN UMAT-UMAT LAINNYA ?

Sebagai, pebjelasan gambalang pandangan kami umat Islam, tentang Kristen adalah link berikut dibawah, BAHWA DIMATA KAMI KEHIDUPAN KEAGAMAAN KRISTEN BAHLAN YANG TEBURUK DI BANDING KEHIDUPAN KEAGAMAAN UMAT-UMAT LAINNYA, CUMAN MEREKA LEBIH PERCAYA DIRI SAJA LALU MERASA BERHAK MENGGUNAKAN GELR R I P (rest in peace), KETIKA MATI.
____________
Jawab :

Dalam Matius 5:20 'kewajiban agama'/ 'hidup keagamaan' adalah merupakan tafsiran kata Yunani δικαιοσυνη – "diakosune", kebenaran; barangkali ada pertentangan yang disengaja antara semangat batiniah agama dan penampakan lahiriah semata-mata :


* Matius 5:20 
LAI TB, Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
KJV, For I say unto you, That except your righteousness shall exceed the righteousness of the scribes and Pharisees, ye shall in no case enter into the kingdom of heaven. 
TR, λεγω γαρ υμιν οτι εαν μη περισσευση η δικαιοσυνη υμων πλειον των γραμματεων και φαρισαιων ου μη εισελθητε εις την βασιλειαν των ουρανων
Translit, legô {aku berkata} gar {sebab} humin {kepada kamu} hoti {bahwa} ean mê {kecuali} perisseusê {menjadi lebih banyak} hê dikaiosunê {kebenaran} humôn {-mu} pleion {dari} tôn grammateôn {ahli-ahli kitab suci} kai {dan} pharisaiôn {farisi} ou mê {pasti tidak} eiselthête {kamu akan masuk} eis {ke dalam} tên basileian {kerajaan} tôn ouranôn {surga}


Sebaiknya dibaca lengkap Matius 5:17-48.
Dalam ayat 20 ini, Tuhan Yesus mengatakan bahwa "keagamaan" (kebenaran) orang yang percaya kepadaNya harus lebih benar daripada "hidup keagamaan" ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Mereka membuat banyak peraturan tambahan untuk Hukum Taurat yang sudah rumit itu menjadi semakin rumit, tetapi seringkali mereka melupakan inti hukum Taurat., yaitu kasih yang murni kepada Tuhan dan terhadap sesama manusia. 

Kebenaran orang Farisi dan para ahli Taurat hanya bersifat lahiriah. Mereka menaati banyak peraturan, berdoa, memuji Tuhan, berpuasa, membaca Firman Allah, dan menghadiri kebaktian. Akan tetapi, tindakan lahiriah tersebut mereka lakukan sebagai ganti sikap batiniah yang benar. Yesus mengatakan bahwa kebenaran yang dikehendaki Allah dari orang percaya adalah lebih dari itu. Hati dan roh seseorang, bukan sekedar tindakan lahiriah, harus selaras dengan kehendak Allah dalam iman dan kasih.

(HAL YANG LAHIRIAH DAN DIHAFALKAN TIDAK DISUKAI OLEH ALLAH=>Yes. 29:13 Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal HATINYA MENJAUH dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,)

YES 29:13 KONFIRM AYAT DIBAWAH INI :

(Mat. 15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal HATINYA JAUH dari pada-Ku.;Mrk. 7:6Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal HATINYA JAUH dari pada-Ku.)

HATI YANG MELEKAT PADA-NYA ITULAH YANG DIRINDUKAN-NYA :

Mzm. 91:14"Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
SHG DIKATAKAN....
Mzm. 63:8(63-9) Jiwaku melekat kepada-Mu....=>SUDAHKAH BOS PK HATINYA DAN JIWANYA MELEKAT PADA-NYA?ATAU SEKEDAR IBADAH YANG DIHAFALKAN?

Orang Farisi dan para ahli Taurat bersalah karena melakukan legalisme. Seorang legalis mengganti sikap-sikap batin yang datang dari dilahirkan kembali oleh Allah dan Roh Kudus dengan berbagai perbuatan yang lahiriah atau perkataan (Matius 5:27-28; 6:1-7; Yohanes 1:13; 3:3-6)


Orang seperti itu memuliakan Allah dengan bibir, sedangkan hati mereka jauh daripada Dia; dari luar mereka tampaknya benar, tetapi hatinya sama sekali tidak mengasihi Allah.

1) Legalisme sama sekali tidak menunjuk kepada hukum atau norma-norma yang ada di kalangan Kristen. Sebaliknya legalisme berkaitan dengan motivasi-yaitu motivasi yang mendorong orang Kristen menaati kehendak Allah sebagaimana dinyatakan dalam Firman-Nya. Setiap motivasi untuk menaati perintah atau peraturan Firman Allah yang tidak bersumber dari iman yang hidup kepada Kristus, kuasa pembaharuan Roh Kudus, serta keinginan yang sungguh-sungguh untuk menaati dan menyenangkan hati Allah disebut legalisme (Matius 6:1-7; Yohanes 14:21).

2) Bahkan dalam zaman kasih karunia ini orang Kristen masih berkewajiban untuk menaati perintah Kristus dan Firman-Nya. PB berbicara tentang "hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan" (Yakobus 1:25), "hukum utama" (Yakobus 2:8), "hukum Kristus" (Galatia 6:2) dan "hukum Roh" (Roma 8:2). 


Dalam Firman Allah kita menemukan

( a) perintah yang positif (1 Tesalonika 5:16-18),
( b) perintah negatif (Roma 12:2),
( c) prinsip dasar (1 Korintus 8:13) dan
( d) kata-kata nasihat yang diucapkan para pemimpin rohani yang diberi wewenang untuk memberikan keputusan dalam hal-hal rohani (Efesus 4:11-12; 1 Timotius 3:5; Ibrani 13:7,17).


Matius 5:20 juga menekankan : Siapa yang hidupnya tanpa kasih yang murni tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Allah. Jadi, anggapan beberapa orang (pada masa kini juga) bahwa seorang Kristen boleh hidup "bebas/ liar" dengan pengertian 'sebab toh ada anugerah Tuhan' adalah anggapan yang melawan ajaran Kristus sendiri.

Keselamatan memang hanya oleh iman kepada Kristus. Apakah itu berarti perbuatan baik tidak ada gunanya?. Perbuatan baik adalah sebagai wujud kesaksian hidup sebagai murid Kristus, itu tetap wajib dan mutlak dilakukan (lihat Yakobus 2:17), dan posisinya harus benar. Perbuatan baik yang keluar adalah buah dari keselamatan. Itulah juga yang ditegaskan oleh rasul Paulus dalam Efesus 2:1-10. Ketika dia menegaskan kebinasaan semua manusia karena dosa (ayat 1-3), selanjutnya dia mengumandangkan 'lagu kasih' di ayat 4-7. Setelah itu, Paulus melanjutkannya dengan lagu "Bukan karena kebaikanku... semua hanya anugerahNya" (ayat 8-9). 
Akhirnya Paulus menegaskan supaya orang yang telah mengalami kasih dan anugerah itu giat berbuat baik (ayat 10).


* Efesus 2:1-10
2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
2:3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan --
2:6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
2:7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.
2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar