TRANSFORMASI INDONESIA. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Memahami spt apakah SOSOK ALLOH .....

MENURUT ISLAM HAJAR ASWAD BERASAL DARI SURGA...

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hajar Aswad berasal dari Surga."...HADIST KITAB NASAI NO - 2886...


Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Najih dari Mujahid dari Abu Ma'mar dari 'Abdullah bin Mas'ud radliallahu 'anhu dia berkata; Ketika Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam masuk Makkah, di sekeliling ka'bah terdapat tiga ratus enam puluh berhala...
(HADIS SAHIH BUKHARI NO-4351)




ALASAN KUAT HAJAR ASWAD ADALAH TUHAN ATAS ORANG ISLAM SBB:

BUKHARI, Volume 2, Book 26, Number 697: 
Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.: 
Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar.”
 =>HAJAR ASWAD diteriaki ALLAHU AKBAR....


HAJAR ASWAD memiliki KESERUPAAN dengan ASMAUL HUSNA...jika kita teliti ASMAUL HUSNA selalu di awali dengan AL dan AR....begitu pula HAJAR ASWAD....

"Aku melihat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam tatkala datang ke Makkah (melaksanakan haji atau 'umrah) bila menyentuh sudut Al Hajar Al Aswad (Arabicالحجر الأسود‎, meaning Black Stoneketika melaksanakan thawaf qudum, Beliau berlari-lari kecil pada tiga kali putaran dari tujuh putaran"...(HADIS SAHIH BUKHARI NO-1500)


DALAM HADIS SAHIH BUKHARI KATA AL HAJAR DAN AL ASWAD TERDAPAT 13X TERTULIS....(NO.1500;1502;1503;1504=Beliau menyentuh Ar-Rukun (Al Hajar Al Aswad) ;1506;1507;1508;1509;1510;1525;1533;1535;1578) 


Apa Hubungan SABIT dengan BATU HITAM?

Sabit adalah simbol dewa bulan. Orang-orang kuno di Mesopotamia menyembah bulan sabit sebagai Tuhan, dan mewujudkannya dalam bentuk patung manusia (Hubal). Di Kaabah juga terdapat Patung Hubal, sebagai salah satu di antara 360 berhala. Tapi, walau suku Quraish Jahiliyah sama-sama menyembah Dewa Bulan, namun mereka tidak memakai patung Hubal sebagai perwujudannya, melainkan sebuah BATU HITAM “HAJARUL ASWAD”. Jadi, Patung Hubal adalah dewa bulannya suku lain di Arab, sementara BATU HITAM adalah dewa bulannya suku Quraish. Ketika Muhammad berhasil menaklukkan Mekkah, dia menyingkirkan berhala-berhala lain, termasuk patung dewa bulan “Hubal” itu. Patung Hubal dia singkirkan, karena patung Hubal itu bukan sesembahan bani Quraish, walau sama-sama diklaim oleh suku lain sebagai Dewa Bulan. Sama-sama Dewa Bulan, tapi bentuknya beda, dan namanya pun juga beda. Bisa jadi, di dalam Kaabah masih ada lagi Dewa Bulan-Dewa Bulan lain dengan bentuknya masing-masing sesuai dengan keinginan suku pemilhknya. Nama “Allah” adalah eksklusif milik suku Quraish Mekkah, dan tidak diterapkan pada patung lain, kecuali BATU HITAM itu. Dan Muhammad masih memakai simbol sabit, karena sabit adalah identitas bagi BATU HITAM, untuk menegaskan bahwa BATU HITAM itulah Dewa Bulan yang sesungguhnya, bukan patung-patung yang lain.
Batu hitam "Hajar Aswad"

Bila Awloh itu Berhala, kenapa Muhammad tidak pernah merasa menyembah Berhala?
Bagi orang Arab primitif, berhala itu wujudnya makhluk, seperti misalnya: wujud manusia atau wujud hewan. Bila bentuknya batu (tidak menyerupai apapun), maka dianggap bukan berhala. Muhammad akan sangat murka bila sesembahannya diserupakan dengan apapun. Allah taala dewa bulan itu absolut, unique dan distinct. Tak ada yang menyamai bentuknya, sangat unik dan berbeda dari ciptaannya, serta tidak akan pernah berubah wujud sampai kapan pun walau untuk sementara waktu (absolut secara kebendaan). Banyak ayat-ayat Quran yang dia karang yang isinya melarang pengikutnya menyerupakan awloh dengan makhluk. Muhammad benci pada patung, tapi cinta pada batu. Karena bagi Muhammad, batu yang tak berbentuk atau tidak menyerupai apapun di muka bumi bukanlah patung (berhala).

Bila Arab penyembah bulan, kenapa tidak ada ritual menyembah bulan secara langsung?
Orang Jepang penganut agama Shinto, walau mereka menyembah Matahari, tapi mereka tidak menjalankan ritual-ritual yg secara menyolok mengarah langsung pd pemujaan Matahari, karena Sang Dewa sudah dialihkan ke dalam atribut lain, seperti berupa patung atau jimat-jimat. Demikian pula Arab. Mereka tidak menunjukkan ritual pemujaan yg langsung mengarah pada bulan di langit, karena Sang Dewa sudah dialihkan ke bentuk batu bernama Hajar Aswad. Jadi, persembahyangan mereka ditujukan tidak lagi terhadap bulan di langit, tapi kepada batu tersebut. Kenapa terjadi pengaburan? Apakah ini bertujuan untuk mengelabuhi orang lain supaya tidak kentara kalau mereka sesungguhnya penyembah benda-benda langit? Salah satu alasannya bisa begitu, karena perkembangan informasi antar agama dan kemajuan Iptek membuat mereka merasa malu kalau sampai diketahui dunia bahwa mereka adalah penyembah bulan. Jadi, sosok sesungguhnya yg mereka sembah dengan sengaja disamarkan. Muhammad pun dengan cerdiknya menutupi hal ini, seperti terlihat pada ayat berikut:

QS 2:189
Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

Tetapi tetap saja dia tidak dapat menutupi hal ini secara sempurna, karena simbol itu, biar bagaimanapun, masih harus dipakai sebagai simbol “Tuhan”.
Kenapa mula-mula sholat Islam diarahkan ke Yerusalem yg tidak ada BATU HITAM-nya?
Itu tidak benar. Karena sholat mula-mula di Mekkah tidak mempunyai kiblat. Muslim bebas menghadap ke arah mana pun. Setelah hijrah ke Medinah, pada awal-awal interaksinya dengan orang Yahudi di kota itu, Muhammad menyamakan kiblat muslim dengan orang Yahudi, yaitu ke Yerusalem. Hal itu terjadi selama lebih kurang 17 bulan.Itu hanya trik awal Muhammad saja untuk menggaet orang-orang Yahudi Medinah agar tertarik dan bersedia masuk Islam jadi pengikutnya.

Hadis Sahihu’l-Bukhari, Kitabu’l-Imam, vol. i. p. 18:
Pada awalnya, sang Nabi memerintahkan sembahyang dengan Qibla ke arah Yerusalem selama enam belas atau tujuh belas bulan, dan dia senang ketika Mekah menjadi arah Qibla.
Ketika tahu orang-orang Yahudi tetap tidak bersimpati padanya dan tidak mau mengakuinya nabi, maka Muhammad menjadi sangat membenci umat itu, dan memutuskan untuk mengubah arah kiblat ke kotanya sendiri, yaitu Mekkah.
Hal itu tampak dalam ayat-ayat Medinah tentang pemindahan kiblat yang dikarangnya:

QS 2:143
Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapk`n kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) mdlainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

QS 2:144
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

QS 2:149
Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

QS 2:150
Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.
Apakah ALLAH adalah bagian dari PERSERIKATAN (KELOMPOK) 360 Berhala yang ada di Ka’bah?
Itu benar sekali. Allah adalah salah satu dari 360 berhala yang ngendon di Ka’bah. Itulah kenapa, ada ayat-ayat seperti ini (mohon perhatikan baik-baik):

QS 7:191
Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.

QS 17:42
Katakanlah: “Jikalau ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai ‘Arsy.”

QS 22:26
“Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku (=awloh) dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud.”
Ketika Muhammad menghancurkan berhala-berhala dari dalam Ka’bah, Muhammad menyisakan HAJAR ASWAD. Kenapa? Karena HAJAR ASWAD itulah ALLAH. (Perhatikan kembali ayat-ayat di atas, sebagai pedoman Muhammad untuk melegalkan sepak terjangnya).
Kalau awloh bukan salah satu dari 360 berhala, mengapa ada ayat-ayat di atas? Dan kenapa HAJAR ASWAD tidak turut dimusnahkan?

HAJAR ASWAD = ALLAH.
Hajar aswad sekedar nama samaran, sedangkan ALLAH adalah nama yang sesungguhnya. Arab-arab itu licik, mereka tidak ingin agamanya ditertawakan oleh umat agama Samawi, jadi mereka perlu bersekongkol untuk menipu dunia dan berusaha mengaburkan sosok awloh yang sesungguhnya.
Tapi, mereka tetap tidak bisa menutupinya secara sempurna.

Lihat, apa yang diperbuat Muhammad terhadap HAJAR ASWAD:

Muwatta, Book 20, Number 20.33.113:
Yahya bercerita padaku dari Malik apa yang dia dengar bahwa ketika Rasul Allah SAW telah selesai Tawaf Kabah, sholat dua rokaat, dan ingin berangkat ke Safa dan Marwa, dia akan memberi hormat ke sudut tempat Batu Hitam berada sebelum berangkat.

Hadis Bukhari, Volume 2, Book 26, Number 697:
Diriwayatkan oleh Ibn Abbas: Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar.”

...beliau(MUHAMMAD) cium salah satu sudutnya (hajar Aswad), kemudian beliau thawaf, lari-lari kecil tiga kali dan berjalan biasa empat kali. ...HADIST Sahih muslim NO - 2137

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sampai di Makkah, beliau mendatangi HAJAR ASWAD dan menciumnya, kemudian beliau berjalan ke sebelah kanannya. Beliau berlari-lari kecil tiga kali, dan berjalan biasa empat kali." HADIST Sahih Muslim NO - 2139

Sesampainya di Makkah, lebih dahulu beliau jamah HAJAR ASWAD, kemudian beliau berlari-lari kecil tiga kali putaran keliling Ka'bah....HADIST SAHIH MUSLIM NO - 2159

Abdullah bin Umar berkata; "Saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saat beliau datang ke Makkah. Bila beliau hendak mencium HAJAR ASWAD...HADIST SAHIH MUSLIM NO - 2212


BAHKAN HAJAR ASWAD DIGAMBARKAN SOSOK ALLAH YANG AKAN DATANG...
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Batu ini (Hajar Aswad) sungguh akan datang pada hari kiamat, ia(HAJAR ASWAD) mempunyai dua mata untuk melihat dan lidah untuk berbicara serta bersaksi atas orang yang mengusap (atau menciumnya) dengan benar.'"...HADIST KITAB IBNUMAJAH NO - 2935

HAJAR ASWAD DITANGISI OLEH MUHAMMAD....
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menghadap Hajar Aswad kemudian meletakkan kedua bibirnya kepadanya, dan beliau menangis lama sekali, ....HADIST KITAB IBNUMAJAH NO - 2936 =>JIKA BATU HAJAR ASWAD BUKAN ALLOH MENGAPA DITANGISI OLEH MUHAMMAD LAMA SEKALI?DAN DIKATAKAN BATU ITU AKAN DATANG.....HADIST KITAB IBNUMAJAH NO - 2935

SAAT THAWAF DIDEKAT "HAJAR ASWAD" DIUCAPKAN SBB :
"Subhanallah" (Maha Suci Allah), "Alhamdulillah" (Segala puji bagi Allah), "Laa ilaaha Illallah (Tiada Tuhan kecuali Allah) dan "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar), 'Laa haula wa laa quwwata illaa billaah (Tiada daya dan upaya kecuali dari Allah), ....HADIST KITAB IBNUMAJAH NO - 2948...<>THAWAF DIDEKAT HAJAR ASWAD....

Apakah Muhammad pernah hormat kepada Ka’bah? TIDAK PERNAH.

Hadis Muslim, Book 007, Number 2907:
Salim melaporkan atas otoritas ayahnya bahwa Rasul Allah tidak menyentuh sudut manapun dari Kabah, kecuali sudut Hitam (yang ada Batu Hitam terpasang) dan bagian kecil di dekatnya, yang mengarah ke arah rumah2 suku Jumuhi.

Kalau masih ada orang yang menyangka Ka’bah itulah ALLAH, ini salah. Karena HAJAR ASWAD itulah ALLAH YANG SEBENARNYA.

Abu Dawud, Book 10, Number 1813:
Diriwayatkan Abdullah ibn Abbas: Nabi (pbuh) berkata: Orang yang melakukan umrah harus berteriak talbiyah sampai dia menyentuh Batu Hitam.

"Seorang yang melakukan umrah hendaknya mengucapkan talbiyah hingga mengusap hajar aswad....HADIST KITAB ABUDAUD NO - 1551

Talbiyah, adalah seruan-seruan terhadap awloh:
“Kami penuhi penggilan-Mu, kami penuhi panggilan-Mu, kami penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, kami penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan kenikmatan bagi-Mu, dan kerajaan (bagi-Mu) tiada sekutu bagh-Mu.”


TALBIYAH dan HAJAR ASWAD

Ketika ritual haji ke Mekkah, orang disuruh menyapa atau nunjuk BATU HITAM sambil berseru: "ALLAHUAKBAR", atau melantunkan TALBIYAH, "Ya Allah, aku datang kepadamu memenuhi panggilanmu" sembari membungkuk menyembah dan mencium BATU HITAM (Hajar Aswad).

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ . 

Labbayka (aku sambut panggilanmu) allahumma (Ya Allah) labbayka (aku sambut panggilanmu), labbayka (aku sambut panggilanmu) la (tidak) syarika (sekutu/syirik) laka (bagimu) labbayka (aku sambut panggilanmu), inna (sesungguhnya) alhamda (pujian) waalnni’mata (dan nikmat) laka (bagimu) waalmulka (dan kerajaan), la (tidak) syarika (sekutu/syirik) laka (bagimu).

“ Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujaan dan nikmat adalah milik-Mu, begitu juga kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu”.

The Talbiyah ‘Here I am O Allah, (in response to Your call), here I am. Here I am, You have no partner, here I am. Verily all praise, grace and sovereignty belong to You. You have no partner.’

Referensi: Hadits Shahih Muslim Book.7 Number.2667 s/d 2671

TAK ADA SEKUTU?

Yup. Benar sekali!

Tidak ada sekutu lagi bagi HAJAR ASWAD. Karena semua berhala disisi HAJAR ASWAD telah dihancurkan oleh Muhammad. Sehingga HAJAR ASWAD menjadi At-tauhid atau satu-satunya RABB di Ka'bah.

Qs. Quraisy 106:3فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ 

Falya'buduu (maka hendaklah mereka menyembah) rabba (Tuhan) hadza (ini) albayti(rumah)

Qs. Quraisy 106:3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka´bah). 

Muhammad telah berhasil menjadikan HAJAR ASWAD yang adalah berhala kaumnya sendiri (Quraisy) sebagai SATU-SATUnya tuhan pemilik Ka'bah sekaligus menjadikan kaum Quraisy diatas kaum arab lainnya.

Tuhan-tuhan berhala arab yg jumlahnya 360 berhala dijadikan 1 saja oleh muhammad.Dengan kata lain 359 berhala yg ada disamping berhala allah disingkirkan hingga yg tersisa cuma 1 berhala yg dibesar-besarkan di ka'bah yang disebut "allah" (itulah sebabnya islam teriak "allahu akhbar").Itulah sebabnya juga muncul semboyan "Tiada tuhan selain allah". Karena tidak ada tuhan arab lain lagi yg tersisa di ka'bah selain berhala allah saja.

Misi Muhammad mengangkat kaum Quraisy SUKSES BESAR!

Qs. An Naml 91

إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَٰذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَيْءٍ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ 

Innama(sesungguhnya hanyalah) omirtu(aku diperintah) an(untuk) a'buda(aku menyembah) rabba(Tuhan) hadzihi(ini) albaldati(negeri) allathii(yang Dia) harramaha(menjadikannya suci) walahu(dan bagi-Nya) kullu(segala) shay-in(sesuatu) waomirtu(dan aku diperintahkan) an(supaya) akuuna(aku adalah) mina(dari/termasuk) almuslimiina (orang-orang yang berserah diri)

27.91. Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci d`n kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

Muhammad tidak saja menghormat dan meneriaki Hajar Aswad sebagai “allah yang maha akbar”, tapi juga menyentuh, mengelus dan menciumnya, ibarat seorang pemuja jimat yang sangat cinta pada jimatnya.

Abu Dawud, Book 10, Number 1884:
Diriwayatkan Abdullah ibn Abbas: Nabi (pbuh) menjepit jubah pada ketiak kanannya dengan ujung jubah itu ada pada bahu kirinya, dan menyentuh sudut (batu hitam), lalu meneriakkan “Allahu-Akbar” dan berjalan dengan bangganya mengelilingi Kabah tiga kali. Ketika mereka (para sahabat) mencapai sudut Yaman, dan menghilang dari mata orang Quraish, mereka berjalan seperti biasa; ketika muncul dihadapan mereka mereka berjalan dengan gagah dan langkah yang cepat. Dengan itu kaum Quraish berkata: Mereka seperti rusa (yang sedang lompat). Ibn Abbas berkata: oleh karena itu hal ini lalu menjadi Sunnah (suri tauladan Nabi).

Hadis Bukhari Volume 2, Book 26, Number 673:
Dikisahkan oleh Salim bahwa ayahnya berkata: Aku melihat Rasul Allah tiba di Mekah; mula2 dia mencium batu hitam (hajar aswad) ketika akan melakukan tawaf dan berlari-lari kecil di tiga putaran (tawaf) pertama dari tujuh kali putaran (tawaf).

HAJAR ASWAD DISEMBAH ...DAN TRADISI INI ADA SEJAK DULU(KARENA HAJAR ASWAD TERMASUK SALAH SATU BERHALA ORANG ARAB)....
...Hajar Aswad kemudian menciumnya, dan bersujud di atasnya."...Aku pernah melihat pamanmu yaitu Abdullah bin Abbas melakukannya....HADIST KITAB DARIMI NO - 1791

BAHKAN KATANYA MENYENTUH HAJAR ASWAD MAKA DOSA DIAMPUNI...
....menyentuh dua rukun ini; HAJAR ASWAD dan rukun yamani? Maka Ibnu Umar menjawab, "Jika aku melakukannya itu karena aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menyatakan bahwa dengan menyentuhnya(HAJAR ASWAD) akan dapat menghapus kesalahan-kesalahan (yang diperbuat).....HADIST KITAB AHMAD NO - 4230...

MENGAPA DEMIKIAN?
KARENA HAJAR ASWAD DIGAMBARKAN SOSOK ALLAH YANG AKAN DATANG...
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Batu ini (Hajar Aswad) sungguh AKAN DATANG pada hari KIAMAT, ia(HAJAR ASWAD) mempunyai dua mata untuk melihat dan lidah untuk berbicara serta bersaksi atas orang yang mengusap (atau menciumnya) dengan benar.'"...HADIST KITAB IBNUMAJAH NO - 2935

oleh : Eagle Revon Rarung + beberapa tulisan di internet SOSOK HAJAR ASWAD...

Apakah saya menghina/mendeskreditkan/MERENDAHKAN ISLAM?TIDAK ADA MAKSUD UNTUK BERBUAT HAL DEMIKIAN....tulisan saya berdasar fakta dan pemahaman ISLAM sendiri....berikut link bukti bahwa PANDANGAN ISLAM memang demikian...

http://almanhaj.or.id/content/2580/slash/0/penjarahan-hajar-aswad/ =>ini jelas tulisan orang ISLAM....

Hajar Aswad merupakan BATU TERMULIA. Dia berasal dari Jannah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : 

نَزَلَ الْحَجَرُ الْأَسْوَدُ مِنْ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنْ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ 

"Hajar Aswad turun dari Jannah, dalam kondisi berwarna lebih putih dari air susu. Kemudian, dosa-dosa anak Adamlah yang membuatnya sampai berwarna hitam" [1]. 

Tentang keutamaannya yang lain, beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : 

ِإنَّ لِهَذَا الْحَجَرِ لِساَناً وَ شَفَتَيْنِ يَشْهَدُ لِمَنْ اسْتَلَمَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَقٍّ

"Sesungguhnya batu ini akan punya lisan dan dua bibir akan bersaksi bagi orang yang menyentuhnya di hari Kiamat dengan cara yang benar" [2]. 

Dari Ibnu ‘Umar, saya mendengar Rasulullah bersabda: 

إِنَّ مَسْحَهُمَا يَحُطَّانِ الْخَطِيئَةَ 

"Sesungguhnya mengusap keduanya (Hajar Aswad dan Rukun Yamani) akan menghapus dosa".[3] 


Yang saya heran MENGAPA UMAT ISLAM DAPAT MEMPERCAYAI PENGHAPUSAN DOSA OLEH KESAKSIAN SEBUAH BATU HAJAR ASWAD DARIPADA MEMPERCAYAI SOSOK ALLAH YANG NUZUL DALAM PRIBADI ISA......PADAHAL BANYAK HAL DITULISKAN DALAM HADIS BAHWA HAJAR ASWAD TIDAK MEMBAWA MANFAAT APAPUN....TETAPI MENGAPA ADA JUGA YANG MENGATAKAN BAHWA HAJAR ASWAD DAPAT MENGHAPUS DOSA BAGI ORANG YANG MENYENTUHNYA.......JIKA ANDA BERKATA SAYA MENDESKREDITKAN ISLAM...TENTU TIDAK....TETAPI TULISAN HADIS ANDALAH YANG MENDESKREDITKAN ISLAM....SAYA TIDAK MENDESKREDITKAN.....SAYA KUTIP BERDASAR FAKTA HADIS.....SALAHKAN HADIS YANG MENULISKAN HAL TERSEBUT BUKAN SAYA....




NB : TULISAN DIATAS ADALAH HASIL PENELUSURAN SAYA DI INTERNET TTG HAJAR ASWAD....BUKAN BERASAL DARI TULISAN SAYA...SAAT SAYA MEMBACA TULISAN-TULISAN TERSEBUT SAYA TERHERAN.....KOK BISA MANUSIA LEBIH MEMPERCAYAI SEBUAH BATU YANG MENGHAPUS DOSA...DARIPADA SOSOK ALLAH YANG NUZUL DALAM PRIBADI ISA YANG MENGHAPUS DOSA ANDA DAN SAYA.....

JADI SADARLAH SEBELUM TERLAMBAT!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Mati ketawa cara kristiani...

Poskan Komentar