TRANSFORMASI INDONESIA. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Kita belajar dari ABU THOLIB....

Shahih Bukhari 1272: 
"Ketika menjelang wafatnya Abu Tholib, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mendatanginya dan ternyata sudah ada Abu Jahal bin Hisyam dan 'Abdullah bin Abu Umayyah bin Al Mughirah. Maka Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berkata, kepada Abu Tholib: "Wahai pamanku katakanlah laa ilaaha illallah, suatu kalimat yang dengannya aku akan menjadi saksi atasmu di sisi Allah". Maka berkata, Abu Jahal dan 'Abdullah bin Abu Umayyah: "Wahai Abu Thalib, apakah kamu akan meninggalkan agama 'Abdul Muthalib?". Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam terus menawarkan kalimat syahadat kepada Abu Tholib dan bersamaan itu pula kedua orang itu mengulang pertanyaannya yang berujung Abu Tholib pada akhir ucapannya tetap mengikuti agama 'Abdul Muthalib dan enggan untuk mengucapkan laa ilaaha illallah. Maka berkatalah Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam: "Adapun aku akan tetap memintakan ampun buatmu selama aku tidak dilarang". Maka turunlah firman Allah subhanahu wata'ala tentang peristiwa ini: ("Tidak patut bagi Nabi …") dalam QS AT-Taubah ayat 113).

Mari kita pelajari mengapa ABU THOLIB menolak membacakan KALIMAT SYAHADAT?

1. Muhammad sendiri TIDAK merasa yakin akan KESALAMATAN-nya sendiri...


MUHAMMAD tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya kelak...

Hadis shahih Bukhori vol.5 no.266
Nabi saw.berkata,” Demi alloh, meskipun aku rasul alloh tapi aku tetap tidak tahu apa yang akan alloh lakukan padaku.”

Q 46:9
Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan AKU TIDAK MENGETAHUI APA YANG AKAN DIPERBUAT TERHADAPKU dan TIDAK(PULA)TERHADAPMU.(TIDAK AKAN PERNAH ADA DI QURAN DAN HADIS bahwa MUHAMMAD berkata AKU PASTI MASUK SURGA...tidak ada 1 ayatpun...)

Jadi menurut ABU THOLIB , Bos Muhammad ente harus yakin dulu selamat MASUK SURGA baru selamatkan yang lain....Ente aja belum tentu selamat Muhammad kok ente ceramahin gue....gue udah paham ajaran ente bos MUHAMMAD....

2. Muhammad tidak bisa membuat SESEORANG SELAMAT lewat apapun yang MUHAMMAD kerjakan....karena Ia berkata bahwa dirinya tidak bisa menyelamatkan manusia dari MURKA ALLAH....


Suatu Hadis berbunyi sebagai berikut:
“Abu Huraira menceritakan tatkala ayat, “Buatlah keluargamu menjadi takut”, diwahyukan kepada Nabi, 
Nabi bangkit dan menyatakan, “Oh, kaum Quraysh, dan kamu anak-anak Abdul Manaf, dan kamu Abbas, 
anak dari Abdul Muttalib, dan kamu, Safiyyah bibiku, aku tidaj dapat menyelamatkan kamu dari hukuman 
pada hari kebangkitan. Jagalah dirimu sendiri, oh, anakku Fatimah; kamu dapat mempergunakan milikku, 
tetapi saya(MUHAMMAD) tidak dapat menyelamatkan kamu dari murka Allah. Jagalah dirimu baik-baik (Shahih Bukhari).

Prophetic Commentary on the Quran (Tafseer of the Prophet (pbuh)) [60:294] 

Narrated Abu Huraira: Allah's Apostle got up when the Verse:--'And warn your tribe of near kindred...." 
(26.214) was revealed and said, "O Quraish people! (or he said a similar word) Buy yourselves! 
I cannot save you from Allah (if you disobey Him) O Bani Abu Manaf! I cannot save you from Allah 
(if you disobey Him). O 'Abbas! The son of 'Abdul Muttalib! I cannot save you from Allah (if you disobey Him) 
O Safiya, (the aunt of Allah's Apostle) I cannot save you from Allah (if you disobey Him). O Fatima, the daughter 
of Muhammad ! Ask what you wish from my property, but I cannot save you from Allah (if you disobey Him)."(Shahih Bukhari).


Jadi menurut ABU THOLIB...dia didoakan oleh MUHAMMAD atau tidak ga ada pengaruhnya...=>(HSB 1272 =>....Maka berkatalah Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam: "Adapun aku akan tetap memintakan ampun buatmu selama aku tidak dilarang").... Karena cukup jelas MUHAMMAD ga bisa selamatkan SEORANGPUN dari MURKA ALLAH....bahkan kerabat terdekat sekalipun...


3. Menurut AKIDAH ISLAM bahwa yang diselamatkan oleh ALLAH dari NERAKA adalah ORANG BERTAKWA...dan orang ZALIM/PENDOSA ditinggal di neraka(=>Q 19:72)....Konfirm dengan Q 2:81 =>Pendosa itu KEKAL di NERAKA....dan ada perbedaan antara PENGHUNI NERAKA dan SURGA....Dan MUHAMMAD sendiri seorang PENDOSA....



NABI MUHAMMAD SENDIRI MINTA AMPUN KEPADA ALLAH DALAM 1 HARI LEBIH DARI 70 KALI....WEW BERARTI MUHAMMAD PENDOSA BESAR NIH....
Al-Quran dengan jelas mencatat bahwa malaikat memerintahkan kepada Muhammad agar dia minta pengampunan pada Allah atas dosa-dosa yang telah dia lakukan (Qs 48:2; 47:19).

Dari Abu Huraira r.a. katanya: "Saya dengar Rasulullah saw. Besabda: "Demi Allah ! Saya meminta ampun dan bertobat kepada Allah, dalam satu hari lebih dari tuju puluh kali." (Hadits Shohih Bukhori. 1732)



Menurut AKIDAH ISLAM SEORANG BERDOSA tidak dapat menanggung DOSA/KESALAHAN ORANG LAIN...karena ORANG YANG berdosa telah diliputi oleh DOSANYA(Baca Q 2:81 + Al-Isra ayat :15.)

Al-Isra ayat :15. ...,DAN SEORANG YANG BERDOSA TIDAK DAPAT MEMIKUL DOSA ORANG LAIN....

SEORANG YANG BERDOSA(orang yang telah berdosa) TIDAK DAPAT MEMIKUL DOSA ORANG LAIN. =>orang yang telah berdosa tidak memikul dosa orang lain....itu cukup jelas...karena IA SENDIRI TELAH DIPENUHI OLEH DOSA itu sendiri...(Q 2:81) dan menjadi penghuni neraka...gmn mau nanggung dosa orang lain...lah wong DIA sendiri SUDAH menjadi penghuni neraka....

Q 2:81...barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. ....tertulis KEKAL di DALAMNYA...yakni di neraka....jadi yang berbuat DOSA DILIPUTI OLEH DOSANYA dan DOSA tersebut menjadikan kita penghuni NERAKA dan manusia PENDOSA/DZALIM itu KEKAL di dalamnya...ok?

 
Bahkan menurut ISLAM semua orang bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri...

sang manusia dihadapkan kepada dirinya sendiri:

     Bacalah kitab amalmu (catatan perbuatanmu); cukuplah engkau sendiri yang melakukan perhitungan atas dirimu
     (QS Al-Isra' [17]: 14).

Jadi KESIMPULAN :
"KALIMAT SYAHADAT" tidak akan pernah menjamin manusia KE SURGA(TIDAK ADA AYATNYA DI QURAN DAN HADIS BAHWA DENGAN ANDA membaca SYAHADAT pasti ke SURGA...ga ada ayatnya..)....bahkan SYAHADAT yang diucapkan oleh KERABAT dekat MUHAMMAD sendiripun tak menjamin KESELAMATAN SURGA....karena SUDAH MENJADI ketentuan dari ALLAH bahwa SEORANG PENDOSA/PEMBUAT KESALAHAN menetap di NERAKA yang KEKAL(Q 2:81) suatu KETENTUAN yang telah ditetapkan(Q 19:71;hanya yang BERTAKWA diselamatkan Q 19:72....orang pendosa/ZALIM tetap tinggal di NERAKA....)...Hanya PENGENALAN AKAN ELOHIM yang dapat membawa manusia ke SURGA(Yoh 17:3)melalui PRIBADI TUHAN YESUS(Yoh 8:19;Yoh 14:7)...

Jadi sangat tepat ABU THOLIB menolak mengucap KALIMAT SYAHADAT...karena TOH TIDAK BISA MEMBAWA ABU THOLIB KE SURGA...ok?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Wong aneeeeeh edaaaaaaaan .. Km pasti bukan muslim yo. Smg kau mendapat hidayah dari Allah SWT aamiin

Poskan Komentar