TRANSFORMASI INDONESIA. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

MENJAWAB BEBERAPA PERTANYAAN

Iqbal Aja1:17pm Dec 17

Kristener nuduh Allah adalah Tuhan yg menyesatkan? Ternyata isi kitabnya sendiri begitu.... jadi malu ah...

Seharusnya Kristen malu mengejek Al-Qur'an, karena dalam kitab mereka sendiri tertulis bahwa Tuhan mendatangkan kesesatan: “Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta” (2 Tesalonika 2:11).
___________
JAWAB :
Konteks dari ayat tersebut diatas terdapat dalam perikop KEDURHAKAAN SEBELUM KEDATANGAN TUHAN (NIV: The Man of Lawlessness) merupakan nasihat Paulus kepada jemaat di Tesalonika yang sedang mengalami suatu permasalahan:

Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. - 2Th 2:1-2 

dan Paulus menegaskan nasehatnya:

Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, - 2Th 2:3

Permasalahan pada ayat 11 berkaitan dengan manusia durhaka yang harus binasa, mari kita meninjaunya:

2Th 2:9-12
[9] Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu,
[10] dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.
[11] Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta,
[12] supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.

Ayat 9-10, akan ada pendurhaka, yang dengan rupa-rupa mujizat palsu, melakukan tipu daya terhadap orang2 yang harus binasa. 

Ayat 10, mengapa mereka harus binasa? karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka, versi KJV menyatakan "...because they received not the love of the truth (αληθειας - alētheia),..." yang berarti mereka menolak kasih Allah

Ayat 11 menegaskan kembali ayat 9 (kedatangan si pendurhaka) yang akan menyesatkan mereka yang harus binasa. Terjemahan BIS memberikan pemahaman yang lebih baik daripada ITB yang dalam hal ini dapat diterima secara bias.

Itulah sebabnya Allah mendatangkan pada mereka suatu kuasa yang menyesatkan, sehingga mereka percaya akan apa yang tidak benar - 2Th 2:11 BIS

Sekali lagi, kuasa menyesatkan yang dimaksud pada ayat 11 terjemahan BIS diatas menegaskan kembali ayat 9, kedatangan & pekerjaaan si pendurhaka. 

Terjemahan BIS ini berpadanan dengan Textus Receptus:

και {adapun} δια τουτο {itulah sebabnya} πεμψει {mengirim} αυτοις {kepada mereka} ο {~} θεος {Allah} ενεργειαν {kegiatan} πλανης {yang menyesatkan} εις {supaya} το {~} πιστευσαι {percaya} αυτους {mereka} τω {~} ψευδει {kebohongan}

Ayat 12, menegaskan kembali bahwa mereka yang telah disesatkan dan yang menolak kasih Allah akan dihukum karena mereka menikmati kejahatan (unrighteousness) dan tidak mempercayai kebenaran Allah (belived not the truth).

RINGKASAN:
Akan ada pendurhaka pada akhir jaman, yang akan menyesatkan orang2 dengan mujizat2, dan Allah membiarkan penyesatan tersebut terjadi, agar mereka yang menolak kasih Allah (10) dan yang tidak mempercayai kebenaran Allah (12) dan yang menikmati hidup didalam kejahatan, akan mempercayai dusta si pendurhaka dan akan dihukum.

Semoga uraian ringkas diatas dapat membantu menjelaskan
______________
Iqbal Aja MENULISKAN
Tak hanya mendatangkan kesesatan, Bibel juga menyebutkan bahwa Tuhan membiarkan orang tersesat dari jalan-Nya: “Ya Tuhan, mengapa Engkau biarkan kami sesat dari jalan-Mu, dan mengapa Engkau tegarkan hati kami, sehingga tidak takut kepada-Mu?” (Yesaya 63:17).
______________
JAWAB :
Yesaya 63:17 bertanya, "Ya, TUHAN, mengapa Engkau biarkan kami sesat dari jalan-Mu, dan mengapa Engkau tegarkan hati kami, sehingga tidak takut kepada-Mu?" Dengan cara yang sama di sini Allah disebut sebagai yang telah membenkan ketetapan yang mendatangkan hukuman mati kepada bangsa Israel ketika Ia menyaksikan penyimpangan per ilaku mereka terhadap segala ketetapan dan perintah-Nya. Dengan menghukum ketidaksetiaan mereka, Ia menyerahkan mereka kepada pengaruh-pengaruh yang sudah jelas mempercepat menjauhnya mereka dari kebenaran. Dengan sangat kehru mereka menyangka mereka sedang melaksanakan hukum Allah. Namun, mereka telah sangat mencemarkan pikiran mereka sehingga mereka tak bisa lagi membedakan hukum Allah dengan hukum dari negeri kafir.

http://biblelexicon.org/isaiah/63-17.htm 

...biarkan kami sesat dari jalan-Mu ....

ta`ah  (taw-aw') 
KARENA KETEGARAN HATI BANGSA ISRAEL....MAKA ALLAH MEMBIARKAN BANGSA ISRAEL MENEMPUH JALAN YANG DIANGGAPNYA BENAR....BUKAN BERARTI ALLAH MENYESATKAN....TETAPI MEMBIARKAN BANGSA TERSEBUT MEMILIH....TUHAN TIDAK DAPAT MEMAKSAKAN PILIHAN HIDUP PADA MANUSIA....INGAT BOS MANUSIA ITU FREE  WILL....
______________
Tuhan dalam Bibel juga menyesatkan dan menghinakan raja-raja: “Maka dicurahkan-Nya kehinaan atas raja-raja, disesatkan-Nya mereka itu di tempat sunyi senyap yang tiada jalannya” (Mazmur 107:40, Alkitab terjemahan lama).
_________________
JAWAB :

MAZ 107:40 TB : Ditumpahkan-Nya kehinaan ke atas orang-orang terkemuka, dan dibuat-Nya mereka mengembara di padang tandus yang tiada jalan;

 dan dibuat-Nya mereka mengembara <08582>=>TB

disesatkan-Nya <08582> =>TL 

http://biblelexicon.org/psalms/107-40.htm

and causeth them to wander
ta`ah  (taw-aw')
to vacillate, i.e. reel or stray; also causative of both
JADI BUKAN MENYESATKAN TETAPI YANG TEPAT ADALAH MENGEMBARA....BERKELILING....DIPADANG TANDUS....HIDUP INI PENUH PILIHAN ...DAN ALLAH SERING KALI MEMBIARKAN MANUSIA MEMILIH PILIHAN HIDUP...ADA YANG MEMILIH JALAN MENGEMBARA DI PADANG TANDUS.....

BUKAN DISESATKAN.....TETAPI DIBIARKAN MEMILIH.....


_____________

Bahkan dalam kita Ayub, Tuhan terang-terangan menyesatkan dan menghilangkan akal sehat para pemimpin:

“Dilalukan-Nya hati dari dalam penghulu-penghulu di atas bumi; disesatkan-Nya mereka itu di gurun yang tiada jalannya. Mereka itu merayau-rayau dalam kegelapan, di tempat tiada terang. Disesatkan-Nya mereka itu seperti orang mabuk” (Ayub 12:24-25, Alkitab terjemahan lama).

“Dia menyebabkan para pemimpin dunia kehilangan akal, dan membuat mereka tersesat di padang belantara yang tidak ada jalannya. Mereka meraba-raba dalam kegelapan yang tidak ada terangnya; dan Ia membuat mereka berjalan terhuyung-huyung seperti orang mabuk."” (Ayub 12:24-25).
__________
JAWAB :
KATA YANG SAMA DIGUNAKAN MAZ 107:40 DIGUNAKAN DALAM AYUB 12:24-25...

http://biblelexicon.org/job/12-24.htm
http://biblelexicon.org/job/12-25.htm


And He makes them staggerוַ֝יַּתְעֵ֗ם

and he maketh them to stagger
ta`ah  (taw-aw')
to vacillate, i.e. reel or stray; also causative of both


JADI BUKAN MENYESATKAN TETAPI YANG TEPAT ADALAH MENGEMBARA....BERKELILING....DIPADANG TANDUS....HIDUP INI PENUH PILIHAN ...DAN ALLAH SERING KALI MEMBIARKAN MANUSIA MEMILIH PILIHAN HIDUP...ADA YANG MEMILIH JALAN MENGEMBARA DI PADANG TANDUS.....

BUKAN DISESATKAN.....TETAPI DIBIARKAN MEMILIH.....


______________
Iqbal Aja1:21pm Dec 17
Tuhan dalam Bibel pun perlu dibantu.
Hak. 5:23"Kutukilah kota Meros!" firman Malaikat TUHAN, "kutukilah habis-habisan penduduknya, karena mereka tidak datang membantu TUHAN, membantu TUHAN sebagai pahlawan."

Kalau Tuhan di dalam Bibel adalah Tuhan yang maha perkasa, lantas mengapa pada jaman perang salib, semua tentara salib berperang untuk MEMBELA / MENOLONG agama Tuhan mereka? Kalau Tuhan mereka memang maha perkasa, seharusnya tidak perlu ada peperangan yang dilancarkan oleh para tentara salib itu…

Semua pendeta Kristen yang jelas-jelas kafir dari Firman Allah itu, adalah para PELAYAN ALLAH. Mengapa Allah butuh pelayan (dibantu)? Mengapa Allah butuh dilayani? Apakah Allah tidak bisa kerja sendiri?
Dan lagi, mengapa Allah butuh Roh Kudus untuk menopang eksistensi-Nya? Dan mengapa Allah Yesus sebagai anak-Nya untuk membantu menghapus dosa manusia?

Kapirit ini mempertanyakan (bahkan memperolok-olok umat dan agama Islam), tidakkah dia sadar bahwa ketololannya telah menahun??
_______________
SOAL HAKIM 5:23

JAWAB : http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/chapter/?b=7&c=5&version=net2

5:23 5:23 ‘Call judgment down on279
Meroz,’ says the Lord’s angelic280
messenger;
‘Be sure281

to call judgment down on282
those who live there,
because they did not come to help in the Lord’s battle,283

to help in the Lord’s battle against the warriors.’284

5:24 5:24 The most rewarded285
of women should be Jael,
the wife of Heber the Kenite!

She should be the most rewarded of women who live in tents.

HAKIM 5:23 ...membantu TUHAN sebagai pahlawan."...

______________
JADI CUKUP JELAS DALAM KONTEKS DIATAS....BAHWA ALLAH BERKEHENDAK MEMBERIKAN REWARD KEPADA
PAHLAWAN KOTA MEROS....DENGAN MEMBERI KESEMPATAN KEPADA MEREKA UNTUK IKUT DALAM PEPERANGAN TUHAN...
TETAPI JUSTRU PAHLAWAN KOTA MEROS TAK BERANI TURUN BERPERANG....JADI ALLAH MEMBERIKAN REWARD ITU KEPADA YAEL...
BUKAN BERARTI TUHAN BUTUH/MEMINTA PERTOLONGAN.....TETAPI ALLAH INGIN MELIHAT PAHLAWAN KOTA MEROS MENDAPAT REWARD...
SEBAGAI DUTA PERANG TUHAN.... =>TERGANTUNG SUDUT PANDANG PEMBACAAN KONTEKS....
___________
Iqbal Aja
Kalau Tuhan di dalam Bibel adalah Tuhan yang maha perkasa, lantas mengapa pada jaman perang salib, semua tentara salib berperang untuk MEMBELA / MENOLONG agama Tuhan mereka?
____________
JAWAB: SEJAK KAPAN ALLOH MAHA PERKASA DAN TIDAK BUTUH PENOLONG?

ALLAH SWT BERSERU MINTA TOLONG

QS 47:7
Yaa ayyuhaa alladziina aamanuu in tanshuruu allaaha yanshurkum wayutsabbit aqdaamakum

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENOLONG Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. =>DARI KONTEKS AYAT INI JELAS JIKA MANUSIA MENOLONG ALLAH SWT,MAKA AKAN DITOLONG BALIK....KALO GA NOLONG GA DITOLONG....

QS 57:25
Waqad arsalnaa rusulanaa bialbayyinaati wa-anzalnaa ma'ahumu alkitaaba waalmiizaana liyaquuma alnnaasu bialqisthi wa-anzalnaa alhadiida fiihi ba/sun syadiidun wamanaafi'u lilnnaasi waliya'lama allaahu man yanshuruhu w`rusulahu bialghaybi inna allaaha qawiyyun 'aziizun

…dan supaya Allah mengetahui siapa yang MENOLONG-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

2 ayat diatas menunjukkan bahwa Allah MEMBUTUHKAN BANTUAN dari umatnya.



Anda akan menemukan lebih banyak ayat yg sama, seperti:

QS 3:52
Falammaa ahassa 'iisaa minhumu alkufra qaala man anshaarii ilaa allaahi qaala alhawaariyyuuna nahnu anshaaru allaahi aamannaa biallaahi waisyhad bi-annaa muslimuuna

Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi PENOLONG-PENOLONGku untuk Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah PENOLONG-PENOLONG Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

Rupanya nabi Allah harus mencari pertolongan dari orang lain untuk MENOLONG Allah.

Mengapakah Allah tidak bisa menolong nabinya sendiri?

Malahan nabinya harus mencari-cari penolong untuk Allah?

QS 22:40

alladziina ukhrijuu min diyaarihim bighayri haqqin illaa an yaquuluu rabbunaa allaahu walawlaa daf'u allaahi alnnaasa ba'dhahum biba'dhin lahuddimat shawaami'u wabiya'un washalawaatun wamasaajidu yudzkaru fiihaa ismu allaahi katsiiran walayanshuranna allaahu man yanshuruhu inna allaaha laqawiyyun 'aziizun

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang MENOLONG-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa 

Allah SWT yg Kuat dan Maha Perkasa tapi mengulang-ulang memerintahkan umatnya untuk MENOLONGNYA.

Bukannya harusnya umat yang ditolong?

Eh, Kebalik malah umat menolong tuhannya!

Jadi, tetap dengarlah selalu Firman Allah Swt yg berseru
HELP ME!

REWARD MENJADI PENOLONG ALLOH SWT... HANYALAH DITOLONG BALIK OLEH ALLOH DAN DITEGUHKAN POSISINYA(DAN IMING-IMING NGESEX DENGAN BIDADARI)....TIDAK DI LIMPAHI BERKAH....
________
IQBAL AJA BERKATA

Semua pendeta Kristen yang jelas-jelas kafir dari Firman Allah itu, adalah para PELAYAN ALLAH. Mengapa Allah butuh pelayan (dibantu)? Mengapa Allah butuh dilayani?
__________
JAWAB :
APA DALAM AKIDAH ISLAM ALLAH YANG MAHA KUASA TIDAK MEMILIKI HAMBA?BUKANKAH MANUSIA INI TERMASUK HAMBA ALLAH?HAMBA ALLAH TUGASNYA ADALAH MELAKUKAN KEHENDAK-NYA DAN MENJADI PELAYANNYA....NABI/UTUSAN JUGA MELAYANI ALLAH....BUKANKAH ITU WUJUD PENGABDIAN KEPADA ALLAH BOS...BUKAN BERARTI ELOHIM TIDAK BERKUASA....ELOHIM TETAP BERKUASA..TETAPI MANUSIA MENJADI HAMBA-NYA BERTUGAS MELAYANI-NYA...ITU WUJUD PENGABDIAN DAN RASA SYUKUR....OK?

_______________
Radita Suryani

1Sa 16:14 Adapun Saul telah ditinggalkan oleh Roh TUHAN, dan kini ia disiksa oleh roh jahat yang diutus TUHAN.

1Sa 16:15 Sebab itu hamba-hamba Saul berkata kepadanya, “Kami tahu bahwa roh jahat yang diutus TUHAN menyiksa Baginda.

1Sa 16:16 Jika Baginda setuju, kami bersedia mencari seorang yang pandai main kecapi. Bilamana Baginda disiksa roh jahat, orang itu dapat memainkan kecapinya, dan Baginda akan merasa nyaman lagi.”
_____________
JAWAB :

Pernyataan pada 1 Samuel 16:14 dan 1 Samuel 18:10 & 1 Samuel 19:9 menjelaskan kepada kita bahwa semua roh-roh jahat berada di bawah kontrol Tuhan. 

Ada perbedaan mendasar -- menurut bahasa Inggris -- antara "the evil spirit 'FROM' the LORD" dengan (kalo yang ini tidak dijumpai dalam terjemahan) "the evil spirit 'OF' the LORD". Yang terakhir cenderung merujuk kepada genitif (kepemilikan) sedangkan yang pertama dapat bermakna gerakan dari satu tempat ke tempat lain, dengan perkataan lain "diutus" oleh TUHAN. 

Sulitnya, baik kata 'FROM' maupun 'OF' diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan kata "dari", padahal dua kata itu berbeda secara konsep. 

Pada ayat yang dipertanyakan, kita bias melihat latar belakangnya : Ketika Saul berdosa karena ketidak-taatannya terhadap perintah Tuhan untuk memusnahkan suku Amalek di 1 Samuel 13:1-22, maka konsekuensi yang diterima Saul adalah ia ditolak menjadi raja atas Israel. Saul ditolak oleh Tuhan sendiri, 1 Samuel 15:1-35. Karena itu pada 1 Samuel 16:14 dikatakan Tuhan mundur dari pada Saul. Tuhan tidak lagi bersama dengan Saul. Ketidak hadiran Tuhan maka itu adalah kehadiran Iblis dan roh-roh jahat. 


Arti kata "roh jahat dari pada Tuhan" adalah : Tuhan mundur dari Saul, dan atas seijin Tuhan maka roh-roh jahat mulai mengintimidasi Saul. 

Iblis /Setan tunduk kepada Allah. Mari kita simak kisah Ayub. Iblis pun hadir saat malaikat menghadap Allah. Si Iblis ini 'nggak bisa menolak "kedaulatan" Allah: 


* Ayub 1:6 
Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. 


Roh-roh jahat bertindak di bawah kehendak permisif Allah yang berdaulat dan kadang-kadang karena kehendak-Nya yang langsung. 


Kejadian yang sama dalam kisah yang berbeda dapat kita baca di : 


* Hakim-hakim 9:23 
maka Allah membangkitkan semangat jahat di antara Abimelekh dan warga kota Sikhem, sehingga warga kota Sikhem itu menjadi tidak setia kepada Abimelekh, 


* 1 Raja 22:19-23
22:19 Kata Mikha: "Sebab itu dengarkanlah firman TUHAN. Aku telah melihat TUHAN sedang duduk di atas takhta-Nya dan segenap tentara sorga berdiri di dekat-Nya, di sebelah kanan-Nya dan di sebelah kiri-Nya.
22:20 Dan TUHAN berfirman: Siapakah yang akan membujuk Ahab untuk maju berperang, supaya ia tewas di Ramot-Gilead? Maka yang seorang berkata begini, yang lain berkata begitu.
22:21 Kemudian tampillah suatu roh, lalu berdiri di hadapan TUHAN. Ia berkata: Aku ini akan membujuknya. TUHAN bertanya kepadanya: Dengan apa?
22:22 Jawabnya: Aku akan keluar dan menjadi roh dusta dalam mulut semua nabinya. Ia berfirman: Biarlah engkau membujuknya, dan engkau akan berhasil pula. Keluarlah dan perbuatlah demikian!
22:23 Karena itu, sesungguhnya TUHAN telah menaruh roh dusta ke dalam mulut semua nabimu ini, sebab TUHAN telah menetapkan untuk menimpakan malapetaka kepadamu." 


Kita lihat lagi ayat : 


* Ayub 1:12
Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.


* Ayub 2:6
Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya. 


Allah itu Maha Kuasa, Dia pun berkuasa memerintah roh jahat untuk mengganggu seseorang. 


* Markus 1:27
Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya." 


Dalam kasus Saul : Ketika Roh Tuhan mundur dari Saul, maka atas seijin Tuhan maka roh-roh jahat datang mengintimidasi Saul, karena itu dikatakan roh jahar yang dari pada Tuhan. Kisah ini sama dengan ketika Iblis dihadapan Tuhan dan datang menyerang Ayub atas seijin Tuhan. 

Setelah Tuhan mundur dari Saul, maka secara visual kita lihat bahwa Saul tendensi menjadi murung, penuh dengan iri hati dan pelanggaran. Ini semua adalah bentuk penyimpangan psikologis karena mengalami penyerangan dari roh-roh jahat. Ingat Firman Allah dalam : 


* Kejadian 4:5-7
4:5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
4:6 Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? 4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." 


Ketika hati kita muram, panas dan penuh dengan iri hati, seperti yang dialami Kain, juga yang dialami Saul, kita harus mengerti bahwa ini semua adalah bentuk "penyerangan" dari roh-roh jahat. Kondisi ini akan semakin parah jika Tuhan telah mundur. Karena itu sangat penting artinya kita tetap tinggal dalam Firman Tuhan. 
____________
Soal =>Luk 14:26 Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.]

Pertanyaan : Apakah Yesus mengajarkan untuk membenci orangtua dengan demikian membenci sesama? 


Mengapa tidak menyertakan pula ayat berikut ini:

Matius 15:4-6, “Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati. Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah, orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.”

Matius 22:37-39, “Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Efesus 6:1-2, “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini”

Yesus justru mengingatkan akan perintah untuk menghormati orangtua. Nah bagaimana mengenai ayat 26 pada Lukas 14? Kita tinjau dulu konteksnya, mas. Sebelum Yesus bersabda demikian, Ia menyampaikan sebuah perumpamaan:

Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. (Lukas 14:16)

Saat perjamuan telah siap, para undangan diperintahkan untuk masuk. Tetapi semua yang hadir punya alasannya masing-masing:

Lukas 14:18-20, “…Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.”

Sampai di situ. Apa yang hendak disampaikan oleh Yesus di balik perumpamaan tersebut, mas? Yesus menyampaikan mengenai anugerah yang telah dipersiapkan oleh Tuhan untuk umatNya agar beroleh kemuliaan di dalam naunganNya. Syaratnya agar umat terlebih dahulu mau datang menerima undanganNya dan masuk menemui hadiratNya. Namun apa yang terjadi? Ternyata banyak yang mengabaikan kebenaran itu dan malah lebih memilih untuk sibuk mengerjakan urusan keduniawian dengan berbagai alasan sehari-hari. Soal ini, apa yang disabdakan oleh Yesus? Inilah yang harus dilakukan terlebih dahulu:

Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Dalam hal ini Yesus menyampaikan kembali bahwa Tuhan hendaknya menempati tempat pertama di dalam hati umatNya. Ada hal yang harus diperhatikan mengapa Tuhan hendaknya menempati yang pertama. Pertama karena Ia adalah Tuhan, Ia yang menciptakan kita manusia, dan Ia adalah juga Juruselamat dan Penebus kita. Kedua, dengan melakukan penyelamatan dan penebusan, Tuhan membuktikan bahwa ia betul-betul menyayangi kita. Itulah Tuhan yang menyatakan kemahapengasihanNya. Dengan kasih tak terhingga itu, Ia dalam daging berkorban sendiri dan mati agar umatNya dapat beroleh kehidupan. Sudah seharusnya dengan kasihNya yang besar terhadap ciptaanNya, Tuhan tetap menempati yang pertama bagi umat terlepas pembangkangan dan kemalasan umatNya untuk menemui dan menyembahNya.

1 Yohanes 4:19, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”

Setelah itu barulah Yesus menyinggung tentang ini:

Lukas 14:26, “”Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.”

Seseorang harus tetap menghormati ayah dan ibunya, namun membenci adalah dalam arti ia tetap tidak boleh mengasihi siapapun melebihi dan menggantikan Tuhan. Begitulah, mas. Jika keterangan saya belum cukup jelas, seharusnya mas Mandra tidak melewatkan ini saat memilih ayat:

Matius 10:37-39, “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.”

Ayat di atas sudah menyampaikannya secara lugas. Jika masih saja membingungkan bagi mas Mandra, kita lihat ayat berikut ini, mas:

Matius 5:43-44, “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

Yesus mengajarkan untuk mengubah benci menjadi kasih. Siapa yang kita benci tapi yang seharusnya harus kita kasihi? Musuh kita. Dalam Lukas 14:26, kalimat yang digunakan adalah ‘membenci’ keluarga untuk mengikut Yesus. Artinya dengan benci itu, kita menjadikan keluarga menjadi ‘musuh’ demi mengikut Tuhan. Jika dikembalikan dengan pengajaran Yesus di atas, musuh kita harus kita kasihi. Sama saja dengan Yesus menyampaikan bahwa rasa kasih kita terhadap keluarga tidak boleh hilang saat mengikut Yesus. Namun kasih yang bagaimana? Kasih yang tidak boleh melebihi rasa kasih kita terhadap Tuhan, sebab hendaknya Tuhan menjadi segala-galanya.

____________
Dan anda bisa menilai sendiri ayat yang ini :

12:46 Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. 12:47 Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau." 12:48 Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?" 12:49 Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!

Mungkinkah seorang 'Tuhan', yang kata anda suci dari dosa dan mengajarkan ajaran 'kasih', ternyata tidak mengakui Ibu dan saudara-saudaranya sendiri? Jika anda inginkan, akan saya tambahkan daftar dosa Yesus kawan.... He he he.... Bagaimana penjelasan anda.....?]

Salah, bos. Anda tetap tidak melanjutkan ayat itu sampai kesudahannya:

Matius 12:50, “Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” ”

Kembali ke ayat yang mas Mandra kutip sebelumnya dan yang telah saya uraikan maknanya di atas. Dalam Matius 12 tersebut, Yesus hendak mengulangi lagi pengajaranNya bahwa siapapun yang mengikutiNya dengan sepenuh hati dan dalam kasih yang mendalam terhadapNya, itulah umat Tuhan yang sesungguhnya. Ia akan menyebut mereka saudara laki-lakiNya, saudara perempuanNya dan ibuNya. Suatu keluarga besar di dalam jamuan Tuhan. Apabila Yesus tidak mengakui ibundaNya, Yesus tidak akan menyerahkan ibuNya dalam penjagaan para murid saat Ia disalib dan sepeninggalNya, mas. Ia menaruh penghormatan tinggi kepada Maria ibundaNya, di saat Ia menyebut Maria sebagai ibu dari dari murid-murid pula. Dengan demikian para murid harus menjunjung tinggi ibunda Yesus:

Yohanes 19:26, “Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.”


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar