TRANSFORMASI INDONESIA. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

MENGULAS JAWABAN ANSWERING FFI YANG JANGGAL....

http://tindonesia.blogspot.com/2012/10/answering-ffi-menjawab-soal-bumi-itu.html

ANSWERING FFI MENULISKAN SBB :

apakah sesederhana itu sajakah memahamkan ayat Al-Qur’an….? Apakah memahamkan al-Qur’an yang agung cukup secara tekstual saja, kemudian mengabaikan arti kontekstualnya…?

____________
JAWAB :
MANAKAH DALIL BAHWA QURAN TIDAK BOLEH DIARTIKAN SECARA TEKSTUAL?

MANAKAH DALIL BAHWA DALAM MENGKAJI QURAN PERLU DILAKUKAN PENELITIAN ILMIAH/PENGKAJIAN KONTEKSTUAL??
KATANYA QURAN BISA MENGIKUTI JAMAN....TETAPI FAKTANYA GMN?.....TIDAK ADA SECARA TEKSTUALPUN DALAM QURAN YANG MENGISYARATKAN BAHWA BUMI ITU BULAT....JADI QURAN SECARA TEKSTUAL TIDAK BISA MENGIKUT PERKEMBANGAN JAMAN/TEKNOLOGI....TETAPI SUDUT PANDANG KITA SAJA YANG MENYESUAIKAN...SUDUT PANDANG KITA DIUBAH OLEH PERKEMBANGAN JAMAN....QURAN TETAP MENGISYARATKAN BUMI ITU DATAR.....TETAPI SUDUT PANDANG KITA YANG DIUBAHKAN.....
____________
PEMBAHASAN MASALAH

Pada surat Al-Hijr ayat 19 dikatakan bahwa Allah telah menghamparkan bumi. Disitu tidak ada dikatakan bagian yang dihamparkan adalah bagian bumi tertentu, tetapi yang terhampar adalah bumi secara mutlak. Sehingga dengan demikian, jika kita berada di suatu tempat di bagian manapun dari pada bumi itu (selatan, barat, utara, dan timur), maka kita akan melihat bahwa bumi itu datar saja, SEOLAH-OLAH TERHAMPAR di hadapan kita. Kemudian jika kita berjalan dan terus berjalan dengan mengikuti satu arah yang tetap, maka bumi itu akan terus menerus kita dapati terhampar di hadapan kita sampai suatu saat kita kembali ke tempat semula saat awal berjalan. Hal ini telah jelas membuktikan bahwa justru bumi itu bulat adanya. Sebaliknya, jika saja bumi itu berbentuk kubus, misalnya, maka pasti hamparan itu suatu saat akan terpotong, dan kita akan menuruni suatu bagian yang menjurang, menurun, TIDAK LAGI TERHAMPAR…..!

Selanjutnya, jika bumi itu adalah sebuah hamparan seperti karpet atau tikar, maka jika ada orang yang melakukan perjalanan lurus satu arah secara terus menerus, maka orang itu pada akhir perjalanannya akan sampai pada ujung bumi yang terpotong, dan tidak akan pernah kembali ke tempatnya semula, di mana dia memulai perjalanannya yang pertama dulu. Penelitian dan pengalaman manusia telah membuktikan bahwa perjalanan yang dilakukan secara terus menerus ke satu arah tertentu tidak pernah menemukan ujung dunia yang terpotong, melainkan terus menerus yang ditemukan hanyalah hamparan demi hamparan di tanah yang dilalui, untuk kemudian perjalanan itu berakhir pada tempat semula saat perjalanan pertama dimulai. Hal ini tidak mungkin dapat terjadi jika saja bumi itu tidak bulat keberadaannya.

_________
JAWAB :

JIKA BELUM DITEMUKAN PEMAHAMAN BUMI ITU BULAT....MAKA JIKA KITA MEMBACA QURAN SECARA TEKSTUAL PADA MASA MUHAMMAD HIDUP....BELUM ADA TEKNOLOGI / KAJIAN ILMIAH TTG BUMI ITU BULAT(MASIH TERJADI KONTROVERSI PADA MASA ITU)...MAKA AKAN DIPEROLEH PEMAHAMAN JALAN KEMANAPUN AKAN TERLIHAT BUMI ITU DATAR BOS.....

___________
ANSWERING FFI MENULISKAN...


Maka lagi-lagi kata ‘farasy’ dalam ayat tersebut tidak mengandung unsur ‘datar’ melainkan ‘alas tempat duduk’. Tentu saja suatu yang dihamparkan/digelar/dibentangkan akan membentuk sesuai tempat dimana dia dihamparkan, hamparan akan berbentuk melengkung kalau dasar tempatnya juga melengkung, hamparan akan berbentuk datar kalau dasar tempatnya juga datar..
______________
JAWAB :
ULASAN PANJANG LEBAR AYAT QURAN ANSWERING FFI BERMUARA PADA KATA FARASY.....SUATU YANG DIHAMPARKAN/DIGELAR/DIBENTANGKAN......MEMBENTUK HAMPARAN SESUAI TEMPAT....

JADI FARASY HAMPARAN AKAN DIKATAKAN BULAT JIKA ADA STUDI LANJUT YANG MENGGAMBARKAN SECARA AKURAT BENTUK BUMI......TANPA STUDI LANJUT/PENGINDRAAN SECARA AKTUAL.....KATA FARASY JIKA DIBACAKAN PADA JAMAN MUHAMMAD DULU.....YANG MASIH KENTAL NUANSA BUMI ITU DATAR MAKA....HAMPARAN YANG DIMAKSUD ADALAH DATAR.....SEJALAN DENGAN PENGETAHUAN TEKNOLOGI....HAMPARAN BUMI BERBENTUK BULAT.......TANPA PENGETAHUAN YANG BERKEMBANG SELAMANYA KATA FARASY MERUPAKAN HAMPARAN DATAR.....KARENA TIDAK PERNAH TERDAPAT SECARA TEKSTUAL DI QURAN BAHWA BUMI ITU SUATU BULATAN.....

_________
ANSWERING FFI MENULISKAN...
Ketahuilah wahai saudaraku seiman, bahwa BUMI yang kita tempati ini BERBENTUK BULAT menurut KESEPAKATAN PARA ULAMA. 
_________
JAWAB :
KESAN SAYA JAWABAN YANG DITULISKAN BERSIFAT DOGMATIF.....+"MENURUT KESEPAKATAN"+ "PARA ULAMA" BUMI BERBENTUK BULAT....=>POKOKNYA BUMI ITU BULAT MENURUT PARA ULAMA....=>KESAN DOGMATIF....
MENGAPA SAYA KATAKAN DOGMATIF?
KARENA JIKA TANPA KAJIAN ILMU YANG MEMBUKTIKAN BUMI ITU BULAT....DAPATKAH PARA ULAMA MEMBUAT KESEPAKATAN BUMI ITU BULAT BERDASARKAN KAJIAN TEKSTUAL DARI QURAN DAN HADIS??=>ADAKAH UMAT ISLAM BISA MENJAWAB PERTANYAAN SAYA??

BAYANGKAN ANDA HIDUP JAMAN MUHAMMAD.....DENGAN TEKNOLOGI SERBA TERBATAS.....DAN ANDAIKAN TIDAK ADA KEMAJUAN PENGETAHUAN PADA WAKTU ITU.....TIDAK ADA PENJELAJAHAN SAMUDRA....DST....YANG MEMBUKTIKAN BUMI BULAT....MAKA APA YANG DAPAT ANDA SIMPULKAN DARI KATA FARASY??BUMI ITU DATAR TENTUNYA.....SPT KARPET.....JIKA DIKAJI SECARA TEKSTUAL.....


COBA ANDA RANGKAI FIRMAN YANG DISAMPAIKAN KEPADA PARA NABI DI ALKITAB....MAKA SETIDAKNYA GAMBARAN UTUH THD BENTUK BUMI SANGAT NYATA....


Alkitab yang ditulis jauh sebelum era menulis bahwa bumi ini bulat. 


* Yesaya 40:22
LAI TB, Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman! 
KJV, It is he that sitteth upon the circle of the earth, and the inhabitants thereof are as grasshoppers; that stretcheth out the heavens as a curtain, and spreadeth them out as a tent to dwell in:
Septuaginta, ο κατεχων τον γυρον της γης και οι ενοικουντες εν αυτη ως ακριδες ο στησας ως καμαραν τον ουρανον και διατεινας ως σκηνην κατοικειν
Translit, , HO KATEKHÔN TON GURON TES GÊS KAI HOI ENOIKOUNTES EN AUTÊ HÔS AKRIDES HO STESAS HOS KAMARAN TON OURANON KAI DIATEINAS HÔS SKENÊN KATOIKEIN
Latin Vulgata, qui sedet super gyrum terrae et habitatores eius sunt quasi lucustae qui extendit velut nihilum caelos et expandit eos sicut tabernaculum ad inhabitandum
Hebrew, 
הַיֹּשֵׁב עַל־חוּג הָאָרֶץ וְיֹשְׁבֶיהָ כַּחֲגָבִים הַנֹּוטֶה כַדֹּק שָׁמַיִם וַיִּמְתָּחֵם כָּאֹהֶל לָשָׁבֶת׃
Translit, HAYOSYEV 'AL-KHUG HA'ARETS VEYOSYEVEYHA KAKHAGAVIM HANOTEH KHADOQ SYAMAYIM VAYIMTAKHÊM KA'OHEL LASYAVET


kata Ibrani חוג - KHUG, khet - vav – gimel, bermakna lingkaran, bulatan, atau apa saja yang bulat dan tidak memiliki sudut. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan circle, circuit, compass. Asal katanya adalah kata kerja dengan kata yang sama ( חוג - KHUG) yang berarti melingkari, mengelilingi, menggambarkan suatu bulatan. Menurut Gesenius's Lexicon kata ini bermakna a circle, sphere.

Septuaginta menerjemahkan kata Ibrani חוג - KHUG dengan γυρος - GUROS. Kata inilah yang diserap menjadi kata "GYRO" dalam bahasa Inggris. Pagninus menerjemahkan kata ini dalam bahasa Latin dengan "super sphaeram, sphere" : (bola/globe) yang super. Montanus Vatablus menerjemahkannya dengan "globum". Sedangkan Vitringa menerjemahkannya dengan "super orbem telluris", semuanya merujuk kepada bulat seperti bola.

Gereja (baca: Gereja Roma Katolik) "tempo doeloe" menganggap bumi ini datar karena ada ungkapan tentang ujung bumi namun sepertinya mereka dulu tidak menyadari bahwa "ujung bumi" itu bermakna alegoris. Barangkali waktu itu mereka "belum" menyelidiki Alkitab Vulgata yang 
menulis "qui sedet super gyrum terrae".


Yes. 42:5 Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang MENGHAMPARKAN bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya..

Yes. 44:24 Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; "Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang MENGHAMPARKAN bumi--siapakah yang mendampingi Aku? --

TUHAN MENGHAMPARKAN BUMI YANG BERUPA BULATAN....HAMPARAN+BULATAN SPT BOLA DIKAITKAN DENGAN KEHIDUPAN MAKA DAPAT DISIMPULKAN BUMI ITU BULATAN SPT BOLA....

DAN BOLA BUMI TERSEBUT DIGANTUNGKAN PADA KEHAMPAAN...
AYUB 26:7.. ALLAH... menggantungkan bumi pada kehampaan.

SEMUA ITU DITULISKAN JAUH SEBELUM ADA TEKNOLOGI YANG MENYATAKAN BAHWA BUMI PADA TATA SURYA MERUPAKAN SUATU BULATAN SPT BOLA YANG BERADA PADA RUANG HAMPA....ALKITAB TIDAK PERNAH MENCATAT BUMI SUATU HAMPARAN DATAR.....TETAPI "MENGHAMPARKAN" BERARTI MENGIKUTI BENTUKNYA YANG BULAT(YES 40:22).....JADI KAJIAN IPTEK ALKITAB ITU TIDAK MELAWAN FAKTA.....HAMPARAN BERARTI DATAR.....MENGHAMPARKAN BELUM TENTU DATAR.....TERGANTUNG MEDIUM TEMPAT DIHAMPARKAN.....
____________




___________

JADI KESIMPULAN MENGAPA FFI DITUTUP OLEH PEMERINTAH?

KARENA ANSWERING FFI TIDAK LAGI SANGGUP MENJAWAB SEMUA PERTANYAAN YANG DILONTARKAN OLEH FFI...SHG DENGAN SEPIHAK PEMERINTAH MENUTUPI KEBENARAN YANG COBA DISINGKAPKAN OLEH FFI...


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Anonim mengatakan...

wk wk wk analisa yg dangkal...dan lemah, ngaco...cuma modal TERJEMAHAN lantas asal tafsir!

Justru injil itu yg bilang bumi datar, itu bukan bulatan tapi cuma GUNDUKAN dlm bhs aslinya...

lagipula bentuk bumi itu bukan bulat sempurna, bukan bulatan, tapi bulat elipsis, krn cembung di kedua kutubnya.

Justru Al Quran lah satu-satunya kitab suci yang secara TEPAT dan lengkap AKURAT menjelaskan tentang bentuk bumi, yakni dahaha dlm bhs aslinya, yang bermakna, SEPERTI hamparan....kata itu bermakna seperti hamparannya pasir yg diratakan oleh burung unta untuk menyembunyikan telurnya, bentuk telur adalah bulat elipsis! jadi sama seperti kondisi bumi, yg kelihatannya rata padahal sebenarnya bulat elipsis. Think!

dll. Banyak sekali keilmiahan dan fakta nyata ayat-ayat Quran. Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

Islam dan surga memang tersedia bagi mereka yang mau berpikir.

Poskan Komentar