TRANSFORMASI INDONESIA. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Apakah UMUR manusia 120 tahun saja?


Kejadian 6:3
LAI TB, Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."
Hebrew,
וַיֹּאמֶר יְהוָה לֹא־יָדֹון רוּחִי בָאָדָם לְעֹלָם בְּשַׁגַּם הוּא בָשָׂר וְהָיוּ יָמָיו מֵאָה וְעֶשְׂרִים שָׁנָה׃
Translit. interlinear, VAYO'MER {dan Dia berfirman} YEHOVAH {baca: 'adonây, TUHAN} LO'-YADON {tidak Ia akan menghakimi} RUKHI {Roh-Ku} VA'ADAM {pada manusia} LE'OLAM {hingga kekal} BESHAGAM {karena juga} HU' {ia} VASAR {daging} VEHAYU {dan mereka akan menjadi} YAMAV {hari-harinya} MÊ'ÂH {seratus} VE'ESRIM {dan dua puluh} SYANAH {tahun}


"Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia", לא־ידון רוחי באדם לעלם - LO'-YADON RUKHI VA'ADAM LE'OLAM, kalau kita perhatikan kata ידון - YÂDON yang diterjemahkan dengan "akan tinggal" oleh LAI, sebenarnya bukan itu makna yang sebenarnya. Kata ini berasal dari kata דין - "DIN", dâlet-yõd-nûn, yang berarti "menghakimi", "bertindak sebagai hakim", "melaksanakan penghukuman", bandingkan dengan Kejadian 15:14 ("menghukum"); 30:6 ("memberikan keadilan"); 49:16 ("mengadili"), dan lain-lain. =>http://sabdaweb.sabda.org/tools/lexicon/?w=01777



Jadi, diperkirakan pula Roh Allah tidak akan "menghakimi" manusia dalam tenggang waktu seratus dua puluh tahun terhitung sejak firman Allah itu diucapkan. Manusia zaman itu diberi kesempatan untuk bertobat selama seratus dua puluh tahun sebelum Allah menghakimi mereka dengan banjir besar di era Nuh.


"Umurnya akan seratus dua puluh tahun saja", והיו ימיו מאה ועשרים שנה - "VEHAYU YAMAV ME'AH VE'ESRIM SYANAH", harfiah "dan mereka akan menjadi - hari-harinya - seratus - dan dua puluh - tahun". Diperkirakan bahwa ungkapan ini tidak berhubungan dengan usia seorang manusia yang harus ditempuh selama hidupnya (lihat terjemahan KJV).

Jadi, diperkirakan pula Roh Allah tidak akan "menghakimi" (menghukum) manusia dalam tenggang waktu seratus dua puluh tahun terhitung sejak firman Allah itu diucapkan. Manusia zaman itu diberi kesempatan untuk bertobat selama seratus dua puluh tahun sebelum Allah menghakimi mereka dengan banjir besar di era Nuh.

Lalu, bandingkan dengan terjemahan King James Version dan New International Version di bawah ini:

* King James Version,
And the LORD said, My spirit shall not always strive with man, for that he also is flesh: yet his days shall be an hundred and twenty years.

* New International Version,
Then the LORD said, 'My Spirit will not contend with man forever, for he is mortal; his days will be a hundred and twenty years.'


KJV menerjemahkan YADON dengan 'strive' sedangkan NIV dengan 'contend'. Menurut Oxford Dictionary, 'strive with...' berarti 'struggle', "bergelut, bergolak"; dan 'contend' juga sama yakni 'struggle' atau 'be in rivalry or competition'.


Lalu, terjemahan manakah yang akan kita gunakan?


Kata YADON ini dalam Alkitab LAI ditemui di Kejadian 6:3 seperti di atas, namun dalam ayat lain diterjemahkan "menghukum" (Kejadian 15:14; Mazmur 110:6); "mengadili" (Kejadian 30:6; 49:16; Ulangan 32:36; 1 Samuel 2:10; Ayub 36:31; Mazmur 7:8; 9:8; 50:4; 54:1; 72:2; 96:10; 135:14); "berbantah-bantah" (2 Samuel 19:9), dan lain-lain.


Lalu bandingkan dengan LAI Terjemahan Lama sbb :

"Maka firman Tuhan: Bahwa Roh-Ku tiada akan berbantah-bantah selama-lamanya dengan manusia, karena hawa nafsu jua adanya, melainkan tinggal lagi panjang umurnya seratus dua puluh tahun. "


Maka, Kejadian 6:3 ini berbicara tentang "penghakiman" dan "pengadilan" Allah atas kejahatan manusia, bukan tentang usia manusia. Allah memperpanjang hari-hari (Ibrani, יום - YÕM) penghakiman dan pengadilan-NYA selama 120 tahun menjelang air bah yang membinasakan bumi.
Perhatikan bahwa Alkitab menulis ימיו - YÂMÂV dari 'YOM' (hari) dan 'HU' (-nya) yang secara harfiah bermakna "hari-harinya", bukan "umurnya". Kata "umur" dalam bahasa Ibrani biasanya diterjemahkan dari kata בן - BEN yang juga berarti "anak laki-laki".


Contoh:


* Keluaran 7:7
LAI TB, Adapun Musa delapan puluh tahun umurnya dan Harun delapan puluh tiga tahun, ketika mereka berbicara kepada Firaun.
KJV, And Moses was fourscore years old, and Aaron fourscore and three years old, when they spake unto Pharaoh.
Hebrew,
וּמֹשֶׁה בֶּן־שְׁמֹנִים שָׁנָה וְאַהֲרֹן בֶּן־שָׁלֹשׁ וּשְׁמֹנִים שָׁנָה בְּדַבְּרָם אֶל־פַּרְעֹה׃ פ
Translit. interlinear, UMOSYEH {dan Musa} BEN-SYEMONIM {umur delapan puluh} SYANAH {tahun} VE'AHARON {dan Harun} BEN-SYALOSY {umur tiga} USYEMONIM {dan delapan puluh} SYANAH {tahun} BEDABERÂM {ketika mereka berbicara} 'EL-PAR'OH {kepada Firaun}


Kejadian 6:3, frasa : "Umurnya akan seratus dua puluh tahun saja", VEHAYU YAMAV ME'AH VE'ESRIM SYANAH, harfiah "dan mereka akan menjadi - hari-harinya - seratus - dan dua puluh - tahun". Diperkirakan bahwa ungkapan ini tidak berhubungan dengan usia seorang manusia yang harus ditempuh selama hidupnya.

Selanjutnya, bandingkan dengan Kejadian 5:32, Nuh berusia 500 tahun tatkala memperanakkan Sem, Ham, dan Yafet. Ketiga anak ini bukan kembar melainkan dilahirkan beda tahun yang kalo dijumlah dapat saja mencapai angka 20 tahun. Kemudian Kejadian 7:6, Nuh berusia 600 tahun tatkala air bah datang meliputi bumi, ada selang waktu 100 tahun plus selang waktu antara ketiga anak Nuh ini lahir. Jadi 120 tahun itu adalah selang waktu tindakan Allah "menghakimi", "mengadili" (Ibrani דין - DIN atau DUN) sejak DIA mengucapkan firman-NYA.


-----

Targum Yonatan memberikan penafsiran bahwa 120 tahun dalam Kejadian 6:3 adalah tenggang waktu yang disediakan oleh Allah, sejak bahtera dibangun hingga banjir besar melanda bumi. Bandingkan Kejadian 5:32, usia Nuh 500 tahun dan Kejadian 7:11, usia Nuh 600 tahun saat air bah melanda bumi. Perbedaan 20 tahun itu dapat dipahami karena menjelang usia 500 tahun Nuh memperoleh tiga orang anak, dan ketiga anak ini bukan anak kembar. Jadi, diperkirakan perkataan Allah itu diucapkan saat usia Nuh 480 tahun atau saat kelahiran anaknya yang kedua.


-----


Tidak ada batasan tertentu untuk umur manusia :


* Mazmur 90:10
LAI TB, Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.
KJV, The days of our years are threescore years and ten; and if by reason of strength they be fourscore years, yet is their strength labour and sorrow; for it is soon cut off, and we fly away.
Hebrew,
יְמֵי־שְׁנֹותֵינוּ בָהֶם שִׁבְעִים שָׁנָה וְאִם בִּגְבוּרֹת ׀ שְׁמֹונִים שָׁנָה וְרָהְבָּם עָמָל וָאָוֶן כִּי־גָז חִישׁ וַנָּעֻפָה׃
Translit. interlienar, YEMEY-SYENOTEINU {hari-hari tahun-tahun kami} VAHEM {pada mereka} SYIV'IM {tujuh puluh} SYANAH {tahun} VE'IM {dan jika} BIGVUROT {pada kekuatan} SYEMONIM {delapan puluh} SYANAH {tahun} VEROHBAM {pada kebanggaan mereka} 'AMAL {kesukaran} VA'AVEN {dan penderitaan} KI-GAZ {karena ia berlalu} KHISY {segera} VANA'UFAH {dan kami terbang}


Mazmur di atas ditulis oleh Musa dan ia seakan-akan menyatakan bahwa hidup itu singkat dan sangat tidak pasti. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang(Amsal 27:1 Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu.). Kita hanya dapat meminta Allah menjauhkan kita dari pencobaan dan mengarahkan hati kita untuk mengikuti Dia. Musa menyadari pendeknya hidup ini dan ia pun berdoa, "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana" (Mazmur 90:12).


Jika angka 120 tahun itu berhubungan dengan usia manusia, niscaya bakal tabrakan dengan ayat-ayat lain, misalnya umur Nuh 950 tahun, Terah (bapa Abraham) 250 tahun, Sara (istri Abraham) 127 tahun, Abraham 175 tahun, Ismael 137 tahun, Ishak 180 tahun, Yakub 140 tahun, Lewi 137 tahun, dan lain-lain, banyak yang melampaui angka 120 tahun itu. Jadi boleh dibilang, tidak ada patokan usia dalam Alkitab, kalo tidak salah, di masa kini pun ada orang tua yang usianya lebih dari 120 tahun.

120 tahun usia yang disebutkan Allah dalam Kejadian 6:3 tidak mungkin berbicara batas usia manusia sementara orang-orang lebih tua umurnya disebutkan dalam Kitab kejadian yang sama (malahan dalam pasal-pasal yang berdekatan, termasuk nuh sendiri).

Angka 120 tahun itu lebih ditujukan untuk jangka waktu yang diberikan Allah , yaitu selama 120tahun sebelum air bah betul-betul didatangkan. Itulah jangka waktu peringatan kepada Nuh. Dan Nuh mempersiapkan bahteranya dan "berkotbah" 120 tahun lamanya kepada orang-orang sezamannya sebelum air bah tiba seperti yang kita baca dalam :


* 1 Petrus 3:20
yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.


Sumber :
http://www.sarapanpagi.org/umur-manusia-120-tahun-saja-vt1132.html


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar