TRANSFORMASI INDONESIA. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Jawaban Terhadap Dakwaan SURAT AL-Iklas yang ditujukan kepada Umat Kristen....


 Tidak ada satupun yang menyerupaiNya. (as Syura: 11) Surat al Ikhlas : 1-4 : "Katakanlah, "Dialah Allah, Yang Maha Esa". Allah adalah Tuhan yang betgantung kepada-Nya segala sesuatu. Ia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tak ada seorang pun yang setara dengan-Nya. berfikir logis pak brooo,,,jika allah nuzul ke bumi sedangkan di surga juga masih ada Allah lagi,,,apa itu berarti ada allah di bumi dan disurga,,,itu namnya sudah tidak mengesakan Allah mas brooo.... jadi jika jesus itu Tuhan,,,berarti ada Tuhan sedang di surga dan dibumi dengna wujud lain,,,itu sudah menyamakan jesus dengan Allah...padahal sudah jelas tidak ada yg sama mas brooo 
____________
Jawab : Point 2 ini dapat saya simpulkan bahwa TIDAK ADA SUATUPUN MENYERUPAI DIA berarti ALLAH tidak bisa serupa dengan manusia??Tapi kok punya tangan,wajah??=>http://tindonesia.blogspot.com/2012/08/adam-serupa-dengan-allah.html ALLAH ITU SERUPA DENGAN MANUSIA...tapi MANUSIA TAK AKAN PERNAH SETARA SEPERTI DIA....anda salah paham bos.....
_________


PERNYATAAN ANDA :
Surat Al-Iklas (1)"Katakanlah, "Dialah Allah, Yang Maha Esa". Surat Al-Iklas (2)Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Surat Al-Iklas (4)Tak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.  _________
JAWAB : http://tindonesia.blogspot.com/2013/02/dialah-sang-firman.html =>Yoh. 1:3Segala sesuatu dijadikan oleh Dia(HO LOGOS=>SANG FIRMAN) dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.(MAZ 33:9 Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.)
Yoh. 1:10    Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.

Shg dinyatakan Kol. 1:15 Ia(TUHAN YESUS) adalah GAMBAR ALLAH yang tidakkelihatan, ...

Ia yang pertama kali ada....SEGALA YANG ADA DI DALAM ALLAH(TUHAN YESUS)....
KOL 1:17 Ia(TUHAN YESUS) ada terlebih dahulu dari SEGALA SESUATU DAN SEGALA SESUATU ADA DI DALAM DIA.

DAN SEGALA SESUATU DITOPANG OLEH-NYA...
IBRANI 1:3 => Ia(HO LOGOS) adalah cahaya kemuliaan Allah dan GAMBAR WUJUD ALLAH(KONFIRM YOH 14:9;YOH 12:45) dan MENOPANG SEGALA YANG ADA dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan.  =>JADI TERLIHAT JELAS MAHA DAHSYATNYA TUHAN YESUS...IA MENOPANG SEGALA YANG ADA....KARENA SEGALA SESUATU ADA DI DALAM DIRI-NYA..... 

Apa bukti Dia adalah SANG FIRMAN yang menopang SEGALA YANG ADA?Dan Ia sendirilah yang menopang segala yang ada sbb:
Firman Tuhan itu tetap UNTUK SELAMA-LAMANYA :

Yes. 40:8 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."
1Ptr. 1:25 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.

Maka dari perkataan TUHAN YESUS(SANG FIRMAN) itu TETAP UNTUK SELAMA-LAMANYA :
Mat. 24:35 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
Mrk. 13:31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
Luk. 21:33 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."

Maka dari itu PERKATAAN TUHAN YESUS akan menjadi HAKIM KELAK...
Yoh. 12:48 Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

Firman yang telah KUKATAKAN itu termasuk FIRMAN-Nya atau FIRMAN-KU?mari kita lihat...
Yoh. 8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya." =>SIAPA SAJA yang menuruti FIRMAN Tuhan Yesus tidak akan mengalami MAUT sampai selama-lamanya....dan itu KEPASTIAN(Yoh 10:28).....

>Apakah ada para nabi spt MUSA/MUHAMMAD berani berkata menuruti FIRMAN-KU ...???

Kelanjutan dari Segala yang ada didalam DIA dan DITOPANG OLEH-Nya,maka :
YOH 1:4 => NKJV  In Him(IN JESUS) was LIFE(=KEHIDUPAN), and the life was the light of men.

SHG TUHAN YESUS BERKATA ... 

YOH 14:6 => ......I AM THE WAY AND THE TRUTH AND THE LIFE.....=>DENGAN KATA LAIN TUHAN YESUS INGIN BERKATA 3 HAL : I AM THE WAY ; I AM THE TRUTH ;  I AM THE LIFE..... 

I AM THE LIFE.... JUGA DAPAT KITA JUMPAI PADA PERNYATAAN TUHAN YESUS SBB:  
YOH 11:25 => .... "I am the resurrection and the life => I AM THE RESURRECTION(KEBANGKITAN);I AM THE LIFE....

JADI TUHAN YESUSLAH HIDUP ITU SENDIRI....Maka dari itu IA DATANG MEMBERIKAN HIDUP DALAM KELIMPAHAN :
Yoh 10:10 => ...Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
KELIMPAHAN Seperti APA yang dimaksud?KELIMPAHAN DALAM HAL BEROLEH HIDUP YANG KEKAL...
Yoh. 3:15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh HIDUP YANG KEKAL.
Yoh. 3:16    Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh HIDUP YANG KEKAL.
Yoh. 3:36    Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh HIDUP YANG KEKAL, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

BARANGSIAPA MENERIMA HIDUP KEKAL DARI TUHAN YESUS TIDAK AKAN BINASA SAMPAI SELAMA-LAMANYA itu SUATU KEPASTIAN(Bukan MUDAH-MUDAHAN):
Yoh. 10:28    dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka PASTI tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

HIDUP KEKAL ADALAH SUATU KASIH KARUNIA ILAHI(YOH 1:17 =>TUHAN YESUS DATANG UNTUK MEMBERIKAN KASIH KARUNIA KEPADA MANUSIA)
Rm. 5:21    supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

UPAH DOSA IALAH MAUT; HIDUP KEKAL SUATU KASIH KARUNIA :
Rm. 6:23    Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

MAKA DARI ITU IA BERKATA BAHWA IA BERKUASA MEMBANGKITKAN SEPERTI YANG DIKEHENDAKI-NYA SENDIRI :
Yoh. 5:21    Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.

Maka kepada-Nya Bangsa-bangsa seharusnya berharap :Mat 12:17 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
Mat 12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.
Mat 12:19 Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.
Mat 12:20 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.
Mat. 12:21 Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."(Konfirm Yes. 42:1-4)

ALLAH YANG NUZUL BACA SBB : http://tindonesia.blogspot.com/2012/09/dialog-allah-boleh-atau-tidak-nuzul-ke.html
KARENA SEGALA yang ada DITOPANG oleh DIRI-Nya(SANG FIRMAN)....maka dari itu BANGSA-BANGSA BERHARAP kepada-Nya....sebab hanya DIA SAJALAH yang membawa PEMBEBASAN(Yes 61:1-2;Luk 4:18-21)...KESELAMATAN yang dijanjikan kepada DUNIA.....(Yoh 1:29;Yoh 4:42;1 Yoh 2:2
Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.)....

-------------------------
Soal (Surat Al-iklas(3) => LAM YALID WA LAM YULAD ):

Q.S. 112:3"LAM (tidak) YALID (Dia memperanakkan) WA (dan) LAM (tidak) YUULAD (Dia diperanakkan)"

LAM YALID WA LAM YULAD dalam AKIDAH ISLAM adalah PENOLAKAN ISLAM bahwa ALLAH tidak mungkin BERANAK SECARA FISIK...

Pengertian memperanakkan dan diperanakkan menurut ayat Qur'an di atas adalah pengertian anak secara biologis, bandingkan dengan kata Ibrani ילד - YALAD yõd - lâmed - dâlet . Sedangkan pengertian Anak Allah menurut Alkitab bukanlah pengertian biologis. Yesus Kristus bukanlah Anak Allah secara biologis.

Memang latar belakang zaman Jahiliyyah Arab, hanya dapat mengartikan "anak" dalam satu konteks, yakni hasil perkawinan seorang pria dengan wanita. Oleh anggapan sepihak ini, maka gencarlah ayat-ayat yang mengutuki mereka yang mengatakan "Tuhan punya anak", karena dianggapnya telah mengotorkan kemaha-sucian Allah ("Bapa") dengan menghadirkan "istri" dan "anak" yang di-Tuhan-kan bersama Allah.

"Dia tidak beristri dan tidak beranak" (Qs 6:101)
"Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri" (Qs 6:101)
"Maha suci Allah dari yang mempunyai anak" (Qs 4:171)
"Orang Nasrani berkata : 'Al-Masih itu putera Allah'....
Dilaknati Allah-lah mereka. "Hai Isa putra Maryam, adalah kamu mengatakan kepada manusia: jadikan aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah" (Qs 9:30 dan 5:116)


Dan untuk memperkuat kemanusiaan sejati dari Isa dan ibunya, Qur'an menambahkan :

"Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang rasul... dan ibunya seorang yang sangat benar, keduanya memakan makanan." (Qs 5:75)


Namun bagi umat Kristiani, wahyu ini sia-sia jikalau dimaksudkan untuk menegor mereka, karena sungguh tidak kena-mengena dengan ajaran dan iman Kristiani yang ingin dikecam.

Umat Kristiani paling percaya, lebih dari siapapun bahwa kehamilan Maria mengandung Yesus, bukan karena diperistrikan oleh siapapun dan dia adalah perawan ketika mengandung Yesus dalam tubuhnya. Yesus bukan hasil karena pembuahan biologis benih manusia, melainkan karena kandungan Roh Kudus :


* Matius 1:20
LAI TB, Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus
KJV, But while he thought on these things, behold, the angel of the LORD appeared unto him in a dream, saying, Joseph, thou son of David, fear not to take unto thee Mary thy wife: for that which is conceived in her is of the Holy Ghost.
TR, ταυτα δε αυτου ενθυμηθεντος ιδου αγγελος κυριου κατ οναρ εφανη αυτω λεγων ιωσηφ υιος δαβιδ μη φοβηθης παραλαβειν μαριαμ την γυναικα σου το γαρ εν αυτη γεννηθεν εκ πνευματος εστιν αγιου
Translit. Interlinear, tauta {hal-hal ini} de {tetapi} hautou {dia } enthumêthentos {ketika memikirkan } idou {perhatikanlah} aggelos {malaikat} kuriou {Tuhan } kat {kedalam} onar {mimpi} ephanê {menampakkan diri } autô {kepada dia} legôn {berkata} iôsêph {yusuf } huios {anak (keturunan)} dabid {daud} mê {janganlah} phobêthês {engkau merasa takut } paralabein {untuk mengambil} mariam ten {maria} gunaika {tunangan} sou {-mu} to {(Anak yang)} gar {sebab} en {didalam} autê {dia (her)} gennêthen {(dilahirkan)} ek {adalah dari/ keluar dari} pneumatos {Roh } estin hagiou {Kudus}


* Lukas 1:35
LAI TB, Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah
KJV, And the angel answered and said unto her, The Holy Ghost shall come upon thee, and the power of the Highest shall overshadow thee: therefore also that holy thing which shall be born of thee shall be called the Son of God.
TR, τ και αποκριθεις ο αγγελος ειπεν αυτη πνευμα αγιον επελευσεται επι σε και δυναμις υψιστου επισκιασει σοι διο και το γεννωμενον αγιον κληθησεται υιος θεου
Translit. Interlinear, kai {lalu} apokritheis {menjawab } ho aggelos {malaikat} eipen {berkata} autê {kepadanya} pneuma {Roh} hagion {Kudus} epeleusetai {akan datangG} epi {atas} se {-mu} kai {dan} dunamis {kuasa} hupsistou {Yang Mahatinggi} episkiasei {akan menaungi} soi {engkau} dio {karena itu} kai {juga} to {yang} to gennômenon {dilahirkan} hagion {Kudus} klêthêsetai {akan dipanggil} huios {Anak} theou {Allah}


Allah "Bapa" tidak mungkin mempunyai istri, dan tidak berhubungan seks dengan siapapun untuk menghasilkan anak. Itu hanya tuduhan-nyasar yang justru mengundang pertanyaan darimana pengetahuan demikian ini diperoleh dan dimasukkan dalam kesucian keagamaan.

Pengertian "Anak Allah" ataupun "anak-anak Allah" di dalam Alkitab, tidak pernah diartikan sebagai "anak biologis". Bansingkan dengan istilah anak sungai, anak kunci, anak petir dan istilah anak lainnya seperti anak angkat, anak baju, anak batu, anak bukit, anak Jakarta, anak kandung, anak kapal, anak lidah, anak meja, anak panah, anak rambut, anak semang, anak tangga, dan seterusnya.

Israel pun disebut sebagai anak Allah, dan ini adalah gelar, bukan anak dalam pengertian biologis.


Keluaran 4:22
LAI TB, Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
KJV, And thou shalt say unto Pharaoh, Thus saith the LORD, Israel is my son, even my firstborn:
Hebrew,
וְאָמַרְתָּ אֶל־פַּרְעֹה כֹּה אָמַר יְהוָה בְּנִי בְכֹרִי יִשְׂרָאֵל׃
Translit, VE'AMARTA {dan engkau harus berkata} 'EL-PAR'OH {kepada Firaun} KOH {demikian} 'AMAR {firman} YEHOVAH {baca, Adonay (TUHAN)} BENI {anak-Ku} VEKHORI {anak-Ku yang sulung} YISRA'EL {Israel}


Demikian pula Salomo (nabi Sulaiman AS) pun disebut sebagai "anak Allah" (2 Samuel 7:14).

Benar, Allah memiliki banyak anak secara harfiah tetapi bukan secara biologis dengan pengertian bahwa Allah itu kawin sama perempuan, dan perempuan itu melahirkan banyak anak bagi Allah. Alkitab menulis bahwa umat percaya juga disebut sebagai anak-anak Allah :


* Yohanes 1:12
LAI TB, Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
KJV, But as many as received him, to them gave he power to become the sons of God, even to them that believe on his name:
TR οσοι δε ελαβον αυτον εδωκεν αυτοις εξουσιαν τεκνα θεου γενεσθαι τοις πιστευουσιν εις το ονομα αυτου
Translit Interlinear, hosoi {semua yang} de {tetapi} elabon {menerima} auton {Dia} edôken {Ia memberi} autois {kepada mereka} exousian {kuasa} tekna {anak-anak} theou {Allah } genesthai {untuk menjadi} tois {(yaitu orang-orang yang) } pisteuousin {PERCAYA } eis {PADA} to onoma {NAMA} autou {NYA}

* Roma 8:14
LAI TB, Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
KJV, For as many as are led by the Spirit of God, they are the sons of God.
TR, οσοι γαρ πνευματι θεου αγονται ουτοι εισιν υιοι θεου
Translit Interlinear, hosoi {semua (orang) yang} gar {karena} pneumati {Roh } theou {Allah } agontai {dipimpin } houtoi {(orang-orang) ini } eisin {adalah } huioi {anak-anak} theou {Allah}

* Galatia 3:26
LAI TB, Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.
KJV, For ye are all the children of God by faith in Christ Jesus.
TR, παντες γαρ υιοι θεου εστε δια της πιστεως εν χριστω ιησου
Translit Interlinear, pantes {semua} gar {sebab} huioi {anak-anak} theou {Allah} este {kamu adalah} dia {melalui} tês pisteôs {iman} en {di dalam} khristô {Kristus} iêsou {Yesus}

"Anak-anak Allah" adalah manusia yang diangkat oleh Allah menjadi anak-anak-Nya. Pengangkatan ini bersyarat, menerima dan beriman kepada Yesus Kristus.(Ibrani 7:3 Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah(Tuhan Yesus), ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.)




Kalau begitu, apakah makna sebenarnya istilah Putra Allah dalam Iman Kristen? Harus ditegaskan, bahwa tidak ada umat Kristen yang pernah mempunyai sebersit pemikiran pun bahwa Allah secara fisik mempunyai anak, seperti keyakinan primitif orang-orang Mekkah pra-Islam tersebut. Saya ingin menjelaskan metafora ini berdasarkan teks-teks sumber Kristen Arab, supaya terbangun kesalingpahaman teologis Kristen-Islam di Indonesia. Sebab selama ini ada jarak yang cukup lebar secara kultural antara bahasa teologis Kristen Barat, yang memang tidak pernah bersentuhan dengan Islam, sehingga kesalahpahaman semakin berlarut-larut. 

Istilah Putra Allah yang diterapkan bagi Yesus dalam Iman Kristen untuk menekankan praeksistensi-Nya sebagai Firman Allah yang kekal, seperti disebutkan dalam Injil Yohanes 1:1-3. Ungkapan "Pada mulanya adalah Firman", untuk menekankan bahwa Firman Allah itu tidak berpermulaan, sama abadi dengan Allah karena Firman itu adalah Firman Allah sendiri.

Selanjutnya, "Firman itu bersama-sama Allah", menekankan bahwa Firman itu berbeda dengan Allah. Allah adalah Esensi Ilahi (Arab: al-dzat, the essence), yang dikiaskan Sang Bapa, dan Firman menunjuk kepada "Pikiran Allah dan Sabda-Nya. Akal Ilahi sekaligus Sabda-Nya" (`aqlullah al-naatiqi, au natiqullah al-`aaqli, faahiya ta'na al-`aqlu wa al-naatiqu ma'an), demikianlah term-term teologis yang sering dijumpai dalam teks-teks Kristen Arab. Sedangkan penegasan "Firman itu adalah Allah", menekankan bahwa Firman itu, sekalipun dibedakan dari Allah, tetapi tidak berdiri di luar Dzat Allah. Mengapa? "Tentu saja", tulis Baba Shenuda III dalam bukunya Lahut al-Masih (Keilahian Kristus), "Pikiran Allah tidak akan dapat dipisahkan dari Allah ( `an `aqlu llahi laa yunfashilu `an Allah)". Dengan penegasan bahwa Firman itu adalah Allah sendiri, makan keesaan Allah (tauhid) dipertahankan.

Ungkapan "Firman itu bersama-sama dengan Allah", tetapi sekaligus "Firman itu adalah Allah", bisa dibandingkan dengan kerumitan pergulatan pemikiran Ilmu Kalam dalam Islam, yang merumuskan hubungan antara Allah dan sifat-sifatnya: Ash Shifat laysat al-dzat wa laa hiya ghayruha (Sifat Allah tidak sama, tetapi juga tidak berbeda dengan Dzat Allah). Jadi, kata shifat dalam Ilmu Kalam Islam tidak hanya bermakna sifat dalam bahasa sehari-hari, melainkan mendekati makna hypostasis dalam bahasa teologis Kristen.

Dalam sumber-sumber Kristen Arab sebelum munculkan ilmu Kalam al-Asy'ari, hyposistasis sering diterjemahkan baik shifat maupun uqnum , "pribadi" (jamak: aqanim), asal saja dimaknai secara metafisik seperti maksud bapa-bapa gereja, bukan dalam makna psikologis. Sedangkan ousia diterjemahkan dzat, dan kadang-kadang jauhar. Istilah dzat dan shifat tersebut akhirnya dipentaskan kembali oleh kaum Suni dalam menghadapi kaum Mu'tazili yang menyangkal keabadian Kalam Allah (Al-Qur'an), sebagaimana gereja menghadapi bidat Arius yang menyangkal keabadian Yesus sebagai Firman Allah.

Kembali ke makna Putra Allah. Melalui Putra-Nya atau Firman-Nya itu Allah menciptakan segala sesuatu. "Segala seuatu diciptakan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak sesuatupun yang jadi dari segala yang dijadikan" (Yohanes 1:3). Jelaslah bahwa mempertahankan keilahian Yesus dalam Iman Kristen, tidak berarti mempertuhankan kemanusiaan-Nya, apalagi dengan rumusan yang jelas-jelas keliru: "Sesungguhnya Allah adalah al-Masih Putra Maryam" (innallaha huwa al-masih ibn maryam).

Dalam rumusan ini, yang ditentang al-Qur'an adalah menyamakan kemanusiaan Yesus dengan Allah. Padahal yang kita dimaksudkan ketika mempertahankan keilahian Yesus, menunjuk kepada Firman yang kekal bersama-sama Allah, yang melalui-Nya alam semesta dan segala isinya ini telah diciptakan.

Dan karena sejak kekal Kristus adalah Akal Allah dan Sabda-Nya, maka jelaslah Firman itu adalah Allah. Karena Akal Allah berdiam dalam Allah sejak kekal (wa madaama al-Masih huwa `aql allah al-naatiqi, idzan faahuwa llah, lianna `aql allah ka'inu fii llahi mundzu azali). Dan karena itu pula, Firman itu bukan ciptaan (ghayr al-makhluq), karena setiap ciptaan pernah tidak ada sebelum diciptakan).

Secara logis, mustahillah kita membayangkan pernah ada waktu dimana Allah ada tanpa Firman-Nya, kemudian Allah menciptakan Firman itu untuk Diri-Nya sendiri. Bagaimana mungkin Allah ada tanpa Pikiran atau Firman-Nya? Kini kita memahami secara jelas ajaran Tritunggal Yang Mahaesa, bahwa Allah, Firman dan Roh-Nya adalah kekal, sedangkan Firman dan Roh Allah selalu berdiam dalam keesaan Dzat-Nya, berada sejak kekal dalam Allah).

Selanjutnya, istilah Putra Allah berarti "Allah mewahyukan Diri-Nya sendiri melalui Firman-Nya". Allah itu transenden, tidak tampak, tidak terikat ruang dan waktu. "Tidak seorangpun melihat Allah", tulis Rasul Yohanes dalam Yohanes 1:18, "tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa Dialah yang menyatakan-Nya". Inilah makna tajjasad (inkarnasi). "Dengan inkarnasi Firman-Nya", tulis Baba Shenouda III, "kita melihat Allah. Tidak seorangpun melihat Allah dalam wujud ilahi-Nya yang kekal, tetapi dengan nuzulnya Firman Allah, kita melihat pewahyuan diri-Nya dalam daging" (Allahu lam yarahu ahadun qathu fi lahutihi, wa lakinahu lamma tajjasad, lamma thahara bi al-jasad).

Melalui Firman-Nya Allah dikenal, ibarat seseorang mengenal diri kita setelah kita menyatakan diri dengan kata-kata kita sendiri. Jadi, sebagaimana kata-kata seseorang yang keluar dari pikiran seseorang mengungkapkan identitas diri, begitu Allah menyatakan Diri-Nya melalui Firman-Nya. Inilah maka ungkapan dalam Qanun al-Iman (Syahadat Nikea/Konstantinopel tahun 325/381), yang mengatakan bahwa Putra Allah yang Tunggal telah "lahir dari Sang Bapa sebelum segala zaman" (Arab: al-maulud min al-Abi qabla kulli duhur). Adakah di dunia ini seseorang yang dilahirkan dari Bapa? Jawabnya, tentu saja tidak ada! Setiap orang lahir dari ibu. Karena itu, Yesus disebut Putra Allah jelas bukan kelahiran fisik, tetapi kelahiran ilahi-Nya sebagai Firman yang kekal sebelum segala zaman.

Tetapi bukankah secara manusia Yesus dilahirkan oleh Bunda Maria? Betul, itulah makna kelahiran-Nya yang kedua dalam daging. Mengenai misteri ini, Bapa-bapa gereja merumuskan2 makna kelahiran (wiladah) Kristus itu, seperti dirumuskan dalam ungkapan yang indah:

As-Sayid al-Masih lahu miladain: Miladi azali min Ab bi ghayr umm qabla kulli ad-duhur, wa miladi akhara fi mal'i al-zamaan min umm bi ghayr ab .

Artinya: "Junjungan kita al-Masih mempunyai dua kelahiran: Kelahiran kekal-Nya dari Bapa tanpa seorang ibu, dan kelahiran-Nya dalam keterbatasan zaman dari ibu tanpa seorang bapa insani'.

"Lahir dari Bapa tanpa seorang ibu", menunjuk kepada kelahiran kekal Firman Allah dari Wujud Allah. Tanpa seorang ibu, untuk menekankan bahwa kelahiran itu tidak terjadi dalam ruang dan waktu yang terbatas, bukan kelahiran jasadi (bi ghayr jasadin) melalui seorang ibu, karena memang "Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan". Jadi, dalam hal ini Iman Kristen bisa sepenuhnya menerima dalil al-Qur'an: Lam Yalid wa Lam Yulad, karena memang tidak bertabrakan dengan makna teologis gelar Yesus sebagai Putra Allah.

Sebaliknya, "Lahir dari ibu tanpa bapa", menekankan bahwa secara manusia Yesus dilahirkan dalam ruang dan waktu yang terbatas. Meskipun demikian, karena Yesus bukan manusia biasa seperti kita, melainkan Firman yang menjadi manusia, maka kelahiran fisik-Nya ditandai dengan mukjizat tanpa perantaraan seorang ayah insani. Kelahiran-Nya yang kedua ke dunia karena kuasa Roh Allah ini, menyaksikan dan meneguhkan kelahiran kekal-Nya "sebelum segala abad". Dan karena Dia dikandung oleh kuasa Roh Kudus, maka Yesus dilahirkan oleh Sayidatina Maryam al-Adzra' (Bunda Perawan Maria) tanpa seorang ayah.

Dari deskripsi di atas, jelaslah bahwa ajaran Tritunggal sama sekali tidak berbicara tentang ilah-ilah selain Allah. Ajaran rasuli ini justru mengungkapkan misteri keesaan Allah berkat pewahyuan diri-Nya dalam Kristus, Penyelamat Dunia. Dalam Allah (Sang Bapa), selalu berdiam secara kekal Firman-Nya (Sang Putra) dan Roh Kudus-Nya. Kalau Putra Allah berarti Pikiran Allah dan Sabda-Nya, maka Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri, yaitu hidup Allah yang abadi. Bukan Malaikat Jibril seperti yang sering dituduhkan beberapa orang Muslim selama ini. Firman Allah dan Roh Allah tersebut bukan berdiri di luar Allah, melainkan berada dalam Allah dari kekal sampai kekal.

Jadi, jelaslah bahwa Iman Kristen tidak menganut ajaran sesat yang diserang oleh al-Qur'an, bahwa Allah itu beranak dan diperanakkan. Untuk memahami Iman Kristen mengenai Firman Allah yang nuzul (turun) menjadi manusia ini, umat Islam hendaknya membandingkan dengan turunnya al-Qur'an alam Allah (nuzul al-Qur'an). Kaum Muslim Suni (Ahl l-Sunnah wa al-Jama'ah) juga meyakini keabadian al-Qur'an sebagai kalam nafsi (Sabda Allah yang kekal) yang berdiri pada Dzat-Nya, tetapi serentak juga terikat oleh ruang dan waktu, yaitu sebagai kalam lafdzi (Sabda Tuhan yang temporal) dalam bentuk mushaf al-Qur'an dalam bahasa Arab yang serba terbatas tersebut.

Dan sperti fisik kemanusiaan Yesus yang terikat ruang dan waktu, yang "dibunuh dalam keadaannya sebagai manusia" (1 Petrus 3:18), begitu juga mushaf al-Qur'an bisa rusak dan hancur. Tetapi Kalam Allah tidak bisa rusak bersama rusaknya kertas al-Qur'an. Demikianlah Iman Kristen memahami kematian Yesus, kematian-Nya tidak berarti kematian Allah, karena Allah tidak bisa mati. Saya kemukakan data-data paralelisasi ini bukan untuk mencocok-cocokkan dengan Ilmu Kalam Islam. Mengapa? Sebab justru seperti sudah saya tulis di atas, pergulatan Islam mengenai Ilmu Kalam dirumuskan setelah teolog-teolog Kristen Arab, menerjemahkan istilah-istilah teologis dari bahasa Yunani dan Aram ke dalam bahasa Arab.

Jadi dalam pandangan KRISTEN :
TUHAN YESUS MEMILIKI 2 SEBUTAN :

1. ANAK TUNGGAL ALLAH=>ANAK ALLAH(YOH 3:16;YOH 1:14;YOH 1:18)....
Kata "Tunggal", Yunani "monogenous/ monogenês", berasal dari kata μονος - monos, tunggal, hanya, dan γινομαι - ginomai,menjadi
Menurut leksikon Yunani : single of its kind (unique), only . Maka pengertiannya dalam bahasa Indonesia adalah "yang tunggal; yang unik, yang khas/ khusus; yang tiada taranya".  DENGAN MENYATAKAN DIRI-NYA ADALAH ANAK TUNGGAL ALLAH....ANAK ALLAH YANG UNIK/SATU-SATUNYA....(YOH 5:18 ....karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian MENYAMAKAN DIRI-NYA DENGAN ALLAH.)=>Sehingga TUHAN YESUS MENGATAKAN....AKU DAN BAPA SATU ADANYA(YOH 10:30) =>SATU SUBSTANSI ADANYA....SHG DIKATAKAN ...."AKU"(TUHAN YESUS) DI DALAM "BAPA","BAPA" DI DALAM "AKU"(TUHAN YESUS) =>(YOH 10:38;YOH 14:10;YOH 14:11) 
dikutip dalam 1 Timotius 3:16 menyebut ‘Dia, yang telah menyatakan diriNya dalam rupa manusia’ :

* 1 Timotius 3:16 
LAI TB, Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia (INKARNASI), dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan." 
KJV, And without controversy great is the mystery of godliness: God was manifested in the flesh (INKARNASI), Justified in the Spirit, Seen by angels, Preached among the Gentiles, Believed on in the world, Received up in glory 
Vulgata, et manifeste magnum est pietatis sacramentum quodmanifestatum est in carne (INKARNASI) iustificatum est in spiritu apparuit angelis praedicatum est gentibus creditum est in mundo adsumptum est in gloria
TR, και ομολογουμενως μεγα εστιν το της ευσεβειας μυστηριον θεος εφανερωθη εν σαρκι εδικαιωθη εν πνευματι ωφθη αγγελοις εκηρυχθη εν εθνεσιν επιστευθη εν κοσμω ανεληφθη εν δοξη 
Translit. interlinear, kai {adapun} homologoumenôs {yang harus diakui (siapapun)} mega {besar} estin {adalah} to tês {(itu)} eusebeias {ibadah} mustêrion {rahasia:} theos {Allah } ephanerôthê {Dia dinyatakan} en {dalam} sarki {daging} edikaiôthê {terbukti benar /dibebaskan} en {oleh [dalam]} pneumati {Roh (Kudus)/ Roh-Nya,} ôphthê {dilihat} aggelois {oleh malaikat-malaikat,} ekêrukhthê {diberitakan} en {diantara} ethnesin {bangsa-bangsa (bukan Yahudi),} episteuthê {dipercayai} en {didalam} kosmô {dunia,} anelêphthê {diangkat} en {ke dalam/ dengan} doxê {kemuliaan.} 

LAI menterjemahkan "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia", sedangkan naskah Textus Receptus menulis 'θεος εφανερωθη εν σαρκι - theos ephanerôthê en sarki', harfiah : "Allah - Dia dinyatakan - dalam - daging".
Yohanes menganggap tiap penyangkalan bahwa Yesus Kristus ‘telah datang sebagai manusia’ (1 Yohanes 4:2; 2 Yohanes 7) telah berasal dari roh-antikristus. Paulus mengatakan bahwa, Kristus membuat karunia perdamaian-Nya ‘di dalam tubuh jasmaniNya’ (Kolose 1:22, bandingkan dengan Efesus 2:15), dan bahwa dengan mengutus anakNya ‘dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa’ Allah ‘telah menjatuhkan hukuman atas dosa dalam tubuh’ (Roma 8:3).

Petrus berkata tentang Kristus yang mati untuk kita ‘dalam keadaanNya sebagai manusia’
(σαρκι - sarki, kasus datif dari σαρξ - sarx) :

* 1 Petrus 3:18
LAI TB, Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,

KJV, For Christ also hath once suffered for sins, the just for the unjust, that he might bring us to God, being put to death in the flesh, but quickened by the Spirit: 
TR, οτι και χριστος απαξ περι αμαρτιων επαθεν δικαιος υπερ αδικων ινα ημας προσαγαγη τω θεω θανατωθεις μεν σαρκι ζωοποιηθεις δε τω πνευματι
Translit. interlienar, hoti {sebab} kai {emmang} christos {Kristus} apax {sekali} peri {untuk} hamartiôn {dosa-dosa} epathen {telah mati} dikaios {yang benar} huper {untuk} adikôn {(orang-orang) yang tidak benar} hina {supaya} hêmas {kita} prosagagê {Ia membawa} tô theô {kepada Allah} thanatôtheis {(Ia yang) telah dibunuh} men {disatu pihak} sarki {secara jasmani (-Nya)} zôopoiêtheis {telah dihidupkan} de {(dilain pihak)} tô pneumati {secara Roh(-Nya)}


* 1 Petrus 4:1
LAI TB, Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, -- karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa --,

KJV, Forasmuch then as Christ hath suffered for us in the flesh, arm yourselves likewise with the same mind: for he that hath suffered in the flesh hath ceased from sin; 
TR, χριστου ουν παθοντος υπερ ημων σαρκι και υμεις την αυτην εννοιαν οπλισασθε οτι ο παθων εν σαρκι πεπαυται αμαρτιας
Translit. interlinear, christou {Kristus} oun {karena itu} pathontos {telah menderita} huper {untuk} hêmôn {kamu} sarki {secara jasmani (daging)} kai {dan} humeis {kamu} tên autên {yang sama} ennoian {(dengan) cara berpikir} hoplisasthe {harus mempersenjatai dirimu} hoti {sebab} ho {(orang yang)} pathôn {telah menderita} en sarki {dalam daging (secara jasmani)} pepautai {telah berhenti} hamartias {dari dosa}


Semua ayat diatas menyatakan kebenaran yang sama dari berbagai segi; sungguh benar bahwa dengan kedatanganNya dan kematianNya ‘didalam keadaanNya sebagai manusia’, Kristus ‘memiliki’ dan menjamin keselamatan kita. Kita menamakan kedatanganNya inkarnasi ataupenjelmaan dan kematianNya pendamaian. 


2. ANAK MANUSIA =>ANAK MANUSIA ADALAH SISI MANUSIA DARI TUHAN YESUS.....SISI INILAH YANG MENJADI PENGGENAP TAURAT....(MAT 5:17 =>KARENA YANG INGKAR TERHADAP TAURAT ADALAH MANUSIA =>YER 31:32;YOH 7:19).....TETAPI GELAR ANAK MANUSIA DALAM DIRI TUHAN YESUS DISERTAI DENGAN KEILAHIAN....BUKTI =>(Mat. 12:8;Mrk. 2:28;Luk. 6:5) =>ANAK MANUSIA ADALAH ADONAY/KURIOS ATAS SABAT....=>JADI SISI ANAK MANUSIA YANG MELEKAT DALAM DIRI TUHAN YESUS ITU MEMILIKI SUBSTANSI KEILAHIAN....

JADI DALAM DIRI TUHAN YESUS ADA 2 SEBUTAN YANG TIDAK BISA DIPISAHKAN ...YAKNI ANAK TUNGGAL ALLAH(ANAK ALLAH)+ANAK MANUSIA....=>DAPAT DISIMPULKAN "TUHAN YESUS" ADALAH "ANAK MANUSIA ILAHI" =>ANAK MANUSIA YANG MEMILIKI SUBSTANSI ILAHI....(MAT 1:20 =>IA KELUAR DARI ROH ALLAH/ROH KUDUS)

ISA TURUN DARI SURGA :
Yoh. 6:38 Sebab Aku(ISA) telah turun dari sorga...

ISA KELUAR DARI DIRI ALLAH :
YOH 8:42 .....Aku(ISA) KELUAR DAN DATANG dari Allah....     => KONFIRM DENGAN MAT 1:20 ....EK PNEUMATOS HAGION....(KELUAR DARI ROH KUDUS) 


ISA SEMENTARA WAKTU MENGOSONGKAN DIRINYA....TERPISAH DENGAN ALLAH : (FILIPI 2:6-8 =>KONFIRM DENGAN YOH 5:26 =>ISA TERPISAH DARI ALLAH TETAPI BERASAL DARI SUBSTANSI YANG SAMA=>MAT 1:20;AN-NISA 171 =>WA ROOHUN MINHU) =>KARENA YANG INGKAR THD TAURAT ITU ADALAH MANUSIA(YER 31:32;YOH 7:19)....BUKAN ALLAH YANG INGKAR....TETAPI MANUSIA....MAKA DARI ITU ALLAH PERLU NUZUL KE DUNIA....AGAR FIRMAN-NYA TIDAK KEMBALI DENGAN SIA-SIA(YES 55:11;ROMA 9:6 =>FIRMAN-NYA TIDAK BOLEH GAGAL)....

JADI SOSOK ISA ADALAH SISI MANUSIA BERSUBSTANSI ILAHI...=>Allah yang NUZUL...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar