TRANSFORMASI INDONESIA. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Menjawab KEKUATAN KEBENARAN.....

Kekuatan Kebenaran11:13pm May 15
Umat Kristiani berkata:
Setiap orng yg percaya Yesus akan dibangkitkan oleh Yesus pd kedatangan Yesus yg kedua.
Tertarik utk ikut Yesus?
Kekuatan Kebenaran menjawab:

kami umat muslim sudah menjadi pengikut setia Yesus, jadi apabila anda meminta saya mengikuti Yesus anda salah sasaran.
=====================
Jawab : Apakah anda yakin bahwa agama anda telah mengikuti semua ajaran TUHAN YESUS?

Sebab cukup nyata TUHAN YESUS berkata....bahwa kelak APA yang Ia katakan akan menjadi HAKIM di AKHIR ZAMAN(KIAMAT)....

Yoh. 12:48 Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

MAKA DARI ITU PERKATAAN-NYA ISA TIDAK AKAN BERLALU :

Mat. 24:35 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
Mrk. 13:31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
Luk. 21:33 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."

SEBAB DIALAH SANG FIRMAN => http://tindonesia.blogspot.com/2013/02/dialah-sang-firman.html

BERIKUT SEBAGIAN KECIL PERBANDINGAN AKIDAH MUHAMMAD AJARKAN BERSEBRANGAN DENGAN AKIDAH TUHAN YESUS :

http://tindonesia.blogspot.com/2012/09/membandingkan-ajaran-kristen-dan.html

TENTANG MENGASIHI SESAMA MANUSIA

YESUS:

Kasihilah musuhmu. (Matius 5:44; Lukas 6:27)

PAULUS:

Hiduplah selalu dalam KASIH. (Roma 8:35; Roma 14:15; 1 Korintus 13:1-3; Galatia 5:13,22)

MUHAMMAD:

Kasihilah sesama kawananmu, dan bencilah musuhmu (mirip naluri binatang)

QS 48:29

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir,

QS 9:14

Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.

QS 16:126

Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.

Masihkah kita dapat mengatakan, bahwa MUHAMMAD & YESUS mengajarkan ajaran yang sama?


TENTANG PERZINAHAN (KETIDAKSETIAAN)


YESUS:

Berzinah adalah dosa, walaupun hanya dilakukan dalam hati (Matius 5:28)

PAULUS:

Setiap orang haruslah setia pada pasangannya (Roma 1:27; 1 Timotius 3:2,12;

MUHAMMAD:

Tidak apa-apa tidak setia pada istri pertama, kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau setubuhi budak-budakmu.

QS 23:5-6

dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

QS 4:3

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

TENTANG PERCERAIAN


YESUS:

Orang yang sudah disatukan di hadapan TUHAN, tidak boleh diceraikan manusia. Perkawinan adalah suci, tidak boleh dibuat main-main. (Matius 5:32; Matius 19:6; Lukas 16:18)

Bandingkan juga dengan PERKATAAN YHVH dalam perjanjian lama:


Maleakhi 2:16 Sebab Aku membenci perceraian, firman YHVH, Elohim Israel—juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman YHVH semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!


PAULUS:

Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! (1 Korintus 7:27)

1 Korintus 7:11 Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya.


MUHAMMAD:

Seorang pria boleh gonta-ganti istri (atau menceraikan istri dengan seenaknya bila bosan)

QS 4:20

Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata ?

TENTANG KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA


YESUS:

Umat Tuhan haruslah saling mengasihi (Yoh 13:34)

PAULUS:


Efesus 5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

Efesus 5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
Kolose 3:19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.

MUHAMMAD:


Pukullah istrimu!


QS 4:34

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Kurunglah mereka seumur hidup!


QS 4:15

Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya

Wanita adalah sekedar obyek kenikmatan, bukan patner yang sederajat.


QS 2:223

Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.

TENTANG SUMPAH


YESUS:

Berkatalah yang benar, kalau Iya katakan Iya, kalau Tidak katakan Tidak. (Matius 15:19; Matius 5:34-37)

Bandingkan dengan perkataan YHVH dalam perjanjian lama:


Zakharia 8:17 Janganlah merancang kejahatan dalam hatimu seorang terhadap yang lain dan janganlah mencintai sumpah palsu. Sebab semuanya itu Kubenci, demikianlah firman TUHAN."


MUHAMMAD:


QS 2:225

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

Hal-hal di atas hanyalah sebagian kecil saja perbedaan ajaran dari kedua tokoh, Yesus dan Muhammad. Masih ada banyak lagi perbedaan-perbedaan yang ada.Jika kita mau berkata jujur....TIDAK PERNAH MUHAMMAD berkata bahwa ajarannya berdasar atas KRISTUS.....

--------------
PERTANYAAN SAYA:
APAKAH ADA PERNYATAAN MUHAMMAD YANG MENGATAKAN BAHWA AJARANNYA(AJARAN MUHAMMAD) BERDASAR PADA KRISTUS?
------------------- RASUL PAULUS SENANTIASA MENDASARKAN AJARANNYA PADA KRISTUS...

1Kor. 3:11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

Ef. 2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.


Lalu ATAS DASAR APA ANDA MENGATAKAN AJARAN MUHAMMAD SEJALAN DENGAN AJARAN TUHAN YESUS?SEDANG MUHAMMAD SENDIRI TIDAK PERNAH MENGATAKAN AJARANNYA ADALAH BERDASAR ATAS KRISTUS....


BAGI Islam yang "ilmunya rendah"....7 point uraian anda cukup meluluhkan hati mereka....tetapi kami punya DASAR yang CUKUP untuk MENOLAK HAL yang anda ANGGAP BENAR......berlanjut bahasan tiap point yang anda suguhkan.......

Contoh : MOKOGINTA,YAHYA WAHLONI,dkk....pasti menyuguhkan 7 point tersebut dan mereka anggap itu suatu KEBENARAN....dan meluluhkan umat islam.....sehingga memunculkan IMAGE BAHWA ISLAM sejalan dengan KRISTEN....jika anda mau jujur BANYAK AKIDAH yang TIDAK SEJALAN....AJARAN TUHAN YESUS yang FUNDAMENTAL DITOLAK MENTAH-MENTAH DALAM ISLAM...CONTOH: HUKUM KASIH....
====================
apa alasannya:KARNA KAMI MEMANG PENGIKUT SETIA YESUS.

1. Yesus sujud kepada Allah, kamipun sujud kepada Allah.

“Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39; Markus 14:35; Lukas 22:41-42)
==================
JAWAB : Pertanyaan yang mendasar dari point 1 .....
>Atas dasar apa anda katakan ALLAH yang disembah umat ISLAM itu sama dengan yang disembah orang KRISTEN(apakah atas dasar Q 29:46?)?
>Pernahkah anda mengkaji secara SUBSTANSIAL HASRAT alloh swt dan HASRAT YAHWE?


Jika anda mau berkata jujur ada buanyak sekali perbedaan antara Allah ABRAHAM,ISHAK dan YAKUB Vs alloh swt(Al-MAKARIN).....
Berikut adalah 22 PERBEDAAN alloh swt dan TUHAN ALLAH sejati :

1. Allah SWT tidak dapat berkomunikasi langsung dengan manusia
Tuhan dalam Taurat dan Injil dapat berkomunikasi langsung dengan nabi2-NYA dan manusia.

2. Allah SWT tidak dapat menunjukan keberadaannya kepada manusia secara langsung.
Tuhan dalam Taurat dan Injil dapat menunjukan kedahsyatan-NYA dan kemuliaan-NYA kepada manusia secara langsung.

3. Allah SWT tidak dapat menunjukan mukjizatnya secara langsung kepada manusia.
Tuhan dalam Taurat dan Injil melakukan mukjizat2-NYA secara langsung dihadapan manusia.

4. Allah SWT keberadaannya hanya bergantung pada Muhammad.
Tuhan dalam Taurat dan Injil keberadaanNya independent, tidak bergantung pada keberadaan utusanNYA dan dapat berfirman kepada banyak manusia.

5. Allah SWT tidak bisa menjelma menjadi manusia.
Tuhan dalam Taurat dan Injil bisa menjelma menjadi manusia dan bertemu dengan manusia.


6. Allah SWT tidak konsisten, karena firmannya bisa dihapus dan diganti dengan ayat2 yg baru.
Tuhan dalam Bibel Taurat dan Injil konsisten dan tidak pernah merubah firmanNYA.

7. Allah SWT memakai kata ganti “KAMI” sewaktu berbicara kepada manusia,
Tuhan dalam Taurat dan Injil konsisten dengan kata “AKU” untuk menyebut Diri-NYA ketika berfirman kepada manusia

8. Allah SWT harus berhubungan seks lebih dulu kalau ingin punya anak (QS 6:101).
Tuhan dalam Taurat dan Injil bisa punya anak tanpa melalui hubungan seks.

9. Allah SWT gila disembah & minta disholati 50 X sehari sebelum ditawar menjadi 5 kali.
Tuhan dalam Taurat dan Injil tidak gila disembah.

10. Allah SWT memuji-muji diri sendiri.
Tuhan dalam Taurat dan Injil tidak memuji-muji diri sendiri.

11. Allah SWT bersumpah demi benda2 ciptaan yang lebih rendah kedudukannya.
Tuhan dalam Taurat dan Injil bersumpah demi diri-NYA sendiri, karena tidak ada yang lebih tinggi dari Tuhan.

12. Allah SWT menjadi pembela kejahatan nabinya.
Tuhan dalam Taurat dan Injil bertindak adil dan bijaksana. Bila nabinya berbuat dosa, maka Tuhan tetap akan menghukumnya.

13. Allah SWT menempatkan dirinya sederajat dengan nabinya,
Tuhan dalam Taurat dan Injil tidak pernah menempatkan DiriNya sederajat dengan utusanNYA.

14. Allah SWT bangga menyebut diri sebagai KHAIRU MAKERIIN (RAJA TIPU TERLIHAI) dan MENYESATKAN MANUSIA,
Tuhan dalam Taurat dan Injil sangat membenci sifat tipu-menipu.

15. Allah SWT tinggal di Kabah,
Tuhan dalam Taurat dan Injil menjadikan LANGIT sebagai symbol TAKHTA KEDIAMANNYA.

16. Allah SWT tidak serupa dan tidak segambar dengan manusia,
Tuhan dalam Taurat dan Injil secara hakikat serupa dengan manusia

17. Allah SWT membenci Yahudi dan “memuliakan” bangsa Arab,
Tuhan dalam Taurat dan Injil menganggap Yahudi sebagai milik kesayangan-NYA.

18. Allah SWT menempatkan Adam pertama kali di surga dan kemudian menurunkannya
di Padang Arafah Semenanjung Arabia,
Tuhan dalam Taurat dan Injil menempatkan Adam pertama kali di Taman Eden yang berlokasi di Bumi.

19. Allah SWT menyebut Ismael sebagai nabinya,
Tuhan dalam Taurat dan Injil tiada satu kalipun menyebut Ismael sebagai nabiNYA

20. Allah SWT harus ditolong oleh umatnya lewat JIHAD,
Tuhan dalam Taurat dan Injil adalah PENOLONG Manusia

21. Allah SWT berbahasa Arab.
Tuhan dalam Taurat dan Injil menguasai segala bahasa.

22. Allah SWT mengijinkan umatnya bergaul dengan jin dan setan.
Tuhan dalam Taurat dan Injil melarang umatnya bergaul dengan jin dan setan

Dalam tuilsan saya dibawah ini dijelaskan mengapa kita perlu berhati-hati memilih Allah......

http://tindonesia.blogspot.com/2013/04/mengapa-perlu-berhati-hati-memilih-al.html

Dalam link tersebut saya jelaskan mengapa kita perlu berhati-hati dalam memilih Allah....karena ingat iblis bisa menyamar sebagai MALAIKAT TERANG....yang mana ajaran muhammad berasal dari MALAIKAT Jibril......yang melintir semua kebenaran TAURAT dan INJIL.....tetapi dalam suatu ayat quran....Q 69:38-40 tertulis jelas....alloh swt bersumpah....bahwa quran adalah wahyu dari nabi yang mulia(muhammad).....karena quran adalah wahyu dari muhammad sendiri....maka dari itu sangat tercermin KETIDAK TAHUAN Muhammad soal KONSEP KEALLAHAN Abraham,Ishak dan YAKUB.....banyak wahyu yang ragu-ragu dalam quran....

Contoh : siapakah nama istri adam?siapakah nama anak abraham yang dikorbankan?

Padahal quran mengklaim sangat KERAS bahwa Quran dapat menjelaskan segala sesuatu dengan RINCI.....
QS 6 : 114 : 
"..... padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al-Qur'an) kepadamu dengan TERPERINCI .... 

QS 16 : 89 : 
"......... Dan Kami turunkan kepadamu Alkitab (Al-Qur'an) untuk MENJELASKAN SEGALA SESUATU dan petunjuk serta rahmat ....."
Maaf apakah benar Quran wahyu ilahi?atau wahyu muhammad?


 QS 69 : 40 harusnya berbunyi : 

Sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah benar-benar WAHYU RASUL yang mulia

JADI WAHYU MUHAMMAD SAW YANG DIDAPAT DARI DENGAR-DENGARAN DARI KIRI DAN KANAN SEHINGGA MENGHASILKAN CERITA YANG TIDAK LENGKAP DAN MEMBINGUNGKAN.


APA BUKTI lain keraguan dalam quran?
>ALLAH dikatakan MAHA MENGETAHUI....sedang dalam ayat tersebut tertulis ALLAH BELUM MENGETAHUI.....mungkinkah MAHA MENGETAHUI bisa BELUM MENGETAHUI?

Q 9:16 [Indonesian]  Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah BELUM MENGETAHUI(dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah "Maha Mengetahui" apa yang kamu kerjakan.

JIKA KITA BAHAS 1 PER 1 KERAGUAN DALAM QURAN KESANNYA MENJELEK-JELEKKAN ANDA....MAAF SAYA TIDAK BERAMBISI UNTUK ITU....


KERAGUAN YANG PASTI ADALAH SOAL KESELAMATAN.....ALLAH YANG BELUM MENGETAHUI.... MENCOBA UNTUK BERFIRMAN.....DENGAN PERNYATAAN SEMOGA dalam HAL KESELAMATAN KELAK....CONTOH : Q 66:8 (TOBAT MURNI MOGA-MOGA DIHAPUSKAN DOSA DAN KESALAHAN....SIFATNYA MOGA-MOGA);BAHKAN ORANG YANG BERAMAL SALEH DIKATAKAN SEMOGA BERUNTUNG(MASUK SURGA)...
Q 28:67  Adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, SEMOGA dia termasuk orang-orang yang beruntung.
PENUH KETIDAK PASTIAN DALAM wahyu nabi yang mulia.....maka dari itu pernyataan quran boleh ditarik kembali(NASAKH/MANSUKH)....dengan alasan Alloh swt belum MENGETAHUI yang dinyatakan saat itu....aneh ya....

Jika anda bekerja dalam sebuah perusahaan.....lalu bos anda berkata....semoga saya bisa menggaji anda.....apakah anda tetap bekerja pada bos tersebut?jadi jelas keimanan anda dinilai SANGAT BUTA.....IMANI SAJA....telan mentah-mentah....


Karena alloh swt mengklaim dirinya adalah sosok MAHA MENGETAHUI....tetapi sempat BELUM MENGETAHUI(Q 9:16).....maka banyak kealpaan dalam pernyataan alloh swt....dan tugas dari para ahli quran melakukan NASAKH dan MANSUKH....pantas saja muhammad berkata(Q 46:9 Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan AKU[MUHAMMAD] TIDAK MENGETAHUI apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".)
BANDINGKAN DENGAN PERNYATAAN TUHAN YESUS YANG SANGGUP MEMBERIKAN KEPASTIAN(YOH 10:28).....JADI ADA BEDA ANTARA Tuhan Allah sejati dan umat yang mencari TUHAN.....BAGI umat yang mencari TUHAN....segala isi kitabnya masih mereka-reka.....masih mudah-mudahan.....tidak pernah berisi KEPASTIAN....bahkan Allah yang dikatakan MAHA MENGETAHUI....dikatakan sempat BELUM MENGETAHUI.....ini jelas fatal menurut saya....

JADI APAKAH AYAT DIBAWAH INI BISA DIPERTANGGUNG JAWABKAN :
“(Ialah) Al Qur'an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.” (QS 39:28)

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran, kalau sekiranya Alquran bukan dari sisi Allah tentulah mereka dapati banyak pertentangan di dalamnya."(QS 4:82).

JIKA MUHAMMAD DIBRONDONG PERTANYAAN DEMIKIAN....MAKA IA BERLINDUNG PADA KITAB YANG IA WAHYUKAN SENDIRI(Q 5:101)....


==============
2. Yesus Mengaku Utusan Tuhan umat islam mengakui Yesus sebagai utusan Tuhan.

Perhatikan perkataan yesus dibawah ini :

Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. (Injil Yohanes pasal 5 : ayat 30)

Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku. (Injil Lukas pasal 10 : ayat 16)

Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku. (Injil Markus pasal 9 : ayat 37)
================
JAWAB :

========
3. Yesus di sunnat, maka umat islam bersunnat.

“Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebutkan oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.” (Lukas 2:21)

4. Yesus berdoa kepada Allah, kami umat muslim berdoa kepada Allah

“Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39; Markus 14:35; Lukas 22:41-42)

5. Yesus mati di bungkus kain kapankan, kamipun mati pakai kain kapan, tidak menggunakan kotak, tidak pakai jas dll.(Injil Markus pasal 15 : ayat 44-46)

6.Yesus Mengajarkan Tauhid, maka umat islampun bertauhid, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.

Yesus berkata"Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus".(Qs.3 Al-'Imran: 51)

Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!(Injil Matius pasal 4 : ayat 10)

Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Ayat 29)

7. Yesus Ajarkan Dua Kalimat Syahadat Dan Mengaku Dia Hanya Seorang Utusan Tuhan.

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Injil Yohanes pasal 17 : ayat 3)

Catatan: Yesus mengaku dengan jujur dan polos bahwa satu-satunya Allah yang benar,adalah Allah, dan dia hanya seorang utusan Tuhan. Ini berarti Yesus mengajarkan dua kalimat syahadat (syahadatin), yang jika di bahasa arab-kan “ Asyhadu anla ilaaha illallahu, wa asyhadu anna Isa Rasulullah”.

Nah sepeninggal Yesus, nabi kita Muhammad saw juga mengajarkan dua kalimat syahadat (syahadatin) yaitu : “ Asyhadu anla ilaaha illallahu, wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah.”

Ini merupakan suatu bukti bahwa kita umat Islamlah yang meneruskan ajaran Yesus tersebut.
=========================
JAWAB : APA ANDA YAKIN DEMIKIAN BOS?


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menjawab Roma 3:7 dan Filipi 1:18

http://www.sarapanpagi.org/tanggapan-gereja-mempromosikan-penipuan-vt1728.html

Roma pasal 3:7. Kita harus memahani daya penulisan rasul Paulus yang mengikuti kebiasaan abad pertama yang disebutDIATRIBE. Coraknya adalah rasul Paulus seakan-akan beredebat dengan orang lain. Jadi dengan kata lain tulisan tersebut seolah disajikan dalam bentuk tanya jawab


Kita lihat selengkapnya, supaya kita mengerti konteksnya : 


* Roma 3 : 1–8 
3:1 Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat?
3:2 Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan firman Allah.
3:3 Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah?
3:4 Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: "Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi."
3:5 Tetapi jika ketidakbenaran kita menunjukkan kebenaran Allah, apakah yang akan kita katakan? Tidak adilkah Allah -- aku berkata sebagai manusia -- jika Ia menampakkan murka-Nya?
3:6 Sekali-kali tidak! Andaikata demikian, bagaimanakah Allah dapat menghakimi dunia?
3:7 Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?
3:8 Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan, bahwa kita berkata: "Marilah kita berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya." Orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman.
 


Dalam perikop ini ada "4 pertanyaan yang diajukan" dan "ada 4 jawaban yang diberikan oleh rasul Paulus"


Pertanyaan pertama : 
Ayat 1 : Jika demikian apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat? 
Ayat 2 : berisi jawaban atas pertanyaan ayat 1. 

Pertanyaan kedua : 
Ayat 3 : Jadi bagaimana, jika diantara mereka ada yang tidak setia………? 
Ayat 4 berisi berisi jawaban atas pertanyaan ayat 3 

Petanyaan ketiga : 
Ayat 5 : Tetapi jika ketidakbenaran kita menunjukkan kebenaran Allah, apakah yang akan kita katakan ? …… 
Ayat 6 berisi jawaban atas pertanyaan ayat 5 

Pertanyaan keempat : 
Ayat 7 : TETAPI JIKA KEBENARAN ALLAH OLEH DUSTAKU SEMAKIN MELIMPAH BAGI KEMULIAANNYA, MENGAPA AKU MASIH DIHAKIMI LAGI SEBAGAI ORANG BERDOSA? 
Ayat 8 adalah jawaban atas pertanyaan ayat 7 diatas, yaitu : 
Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan bahwa kita berkata, “Marilah kita berbuat jahat supaya yang baik timbul daripadanya.” ORANG SEMACAM ITU SUDAH SELAYAKNYA MENDAPAT HUKUMAN


Posisi rasul Paulus jelas, DOSA (termasuk dusta) TIDAK DAPAT MENIMBULKAN KEBAIKAN, DAN ORANG YANG BERDOSA (TERMASUK DUSTA) AKAN MENDAPAT HUKUMAN. 


Sekarang, kita bahas ayatnya, sbb :
 


Ayat 1 & 2, 
Paulus menjelaskan dimana manfaat sunat dipertanyakan. Paulus berkata bahwa hukum Taurat dan sunat hanya berguna bai orang yang mentaati Taurat. Sunat itu mempunyai dua unsur. Unsur yang pertama adalah ketaatan, dan unsur yang kedua adalah janji Allah yang diberikan kepada Abraham tanpa syarat. Sunat memang menandai bahwa mereka adalah umat pilihan Allah. Kejadian pasal 17, di mana Allah menetapkan sunat sebagai tanda perjanjian Allah dengan Abraham dan keturunannya, sangat berguna untuk mengerti sikap Paulus terhadap sunat, ketaatan, dan kesetiaan Tuhan Allah. Dalam Kejadian 17:9 Allah berkata, "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku .... " Itulah yang harus ditekankan dari segi ketaatan bangsa Israel. Justru itulah yang sudah ditangani oleh Rasul Paulus dalam Roma 2:25-29. Tetapi Kejadian 17:4 harus dibaca juga. Di situ Tuhan berkata, "Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dcngan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa." Dalam Roma 3:1-4 Paulus menekankan hal ini: janji Allah bagi Israel, umat pilihan-Nya. Bagi Paulus, setiap kelebihan yang dimiliki umat Israel, antara lain dalam bidang moral, kesenian, sains, dan sastra, didasari pada firman Tuhan yang dikaruniakan kepada mereka. Dan firman itu mengandung suatu janji yang tidak dapat dihapus: Allah telah mengadakan perjanjian dengan Abraham serta keturunannya turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Allah menjadi Allahnya dan Allah keturunannya (Kejadian 17:7). 


Ayat 3 & 4 
Salah satu akibat dari ketidaksetiaan mereka yang sudah diuraikan di atas adalah bahwa tidak ada keringanan dari Tuhan dalam penghakiman atas mereka. Tetapi, apakah ketidaksetiaan itu meniadakan janji Allah? "Paulus di sini menyentuh suatu hal yang akan ditangani secara lengkap dalam pasal Roma 9-11 .... Ia menegaskan bahwa ketidaksetiaan manusia membuat kesetiaan dan kebenaran Allah semakin nyata." Dengan kata lain, walaupun umat Israel berdosa dan mengingkari janji mereka untuk tetap setia kepada Allah, justru ketidaksetiaan mereka akan membuat kesetiaan Tuhan semakin penuh dengan pengampunan yang mulia. 
Ayat 4 yang menulis 3:4 [color]"Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: "Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi."[/color], ini merujuk pada Mazmur 116:11 juga berkata, "Semua manusia pembohong," tetapi gagasan itu lebih dikembangkan di sini daripada dalam kitab Mazmur. Paulus menegaskan bahwa tidak mungkin Allah menjadi tidak benar. Manusialah yang tidak benar, semua manusia pembohong, tetapi Allah tetap benar. Juga dalam Mazmur 51:6, Daud berkata, "Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukumanmu." Daud dibiarkan untuk berdosa, supaya kemuliaan kebenaran Allah dinyatakan. Jadi, walaupun dosa manusia melawan kehendak Allah, dosa juga mempermuliakan Allah, sama seperti sesuatu yang putih lebih kelihatan pada latar belakang yang hitam. 


Ayat 5 & 6 
Kepandaian manusia kelihatan dalam pertanyaan dalam ayat 5 ini. Mungkinkah kata, aku berkata sebagai manusia berarti bahwa Paulus pernah mendengar dalih seperti ini? Manusia yang suka berdosa suka membenarkan dirinya, dan di sini kita dapat membaca suatu usaha manusia untuk membebaskan dirinya dari hukuman Allah. Manusia pandai menggunakan "logika", tetapi kelak logika ini tidak akan diterima di hadapan takhta Allah. Ayat 6 Paulus menyatakan penolakan yang jelas. Bahwa hak Allah untuk menghakimi dunia tidak diragukan dalam konteks ini; jadi dalih manusia dalam pasal 3:5 dinyatakan sebagai dalih saja. 

Ayat 7 & 8 yang dipermasalahkan oleh penuduh : 
Keberatan yang pertama dikemukakan lagi dalam Roma 3:7, di mana "si anu" berdalih lagi, dengan berkata .... "Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?". Pikiran si anu sudah lebih maju daripada apa yang dikatakannya dalam Roma 3:5. Dalam Roma 3:5 ia berkata bahwa dosa tidak dapat dihakimi dengan adil, tetapi dalam Roma 3:7 ia hampir berkata bahwa orang berdosa tidak usah disebut orang berdosa. Menurut si anu, mungkin mereka lebih baik dianggap sebagai penolong Allah, karena dosa mereka mempermuliakan Allah! Kepandaian manusia berusaha lagi untuk meniadakan rasa bersalah mereka terhadap Allah. Suara hati orang berkata bahwa mereka salah, tetapi manusia berusaha untuk menutup suara hati itu dcngan segala macam "logika" dan dalih. Sebenarnya usaha mereka itu sia-sia. 

Mengenai pertanyaan dalam Roma 3:7 ini, Paulus memberikan jawabannya pada Roma 3:8 " Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan, bahwa kita berkata: "Marilah kita berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya." Orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman.". Ini adalah 2 argumentasi yang salah yang diungkap oleh Rasul Paulus untuk menerangkan pertanyaan pada Roma 3:7, bahwa pengertian bahwa Allah membutuhkan dosa untuk membuktikan bahwa Dia adalah Allah adalah suatu pengertian yang salah. Karena Allah sama sekali tidak membutuhkan hal semacam itu. Karena Dia adalah Allah, ketika ada dosa Dia akan menunjukkan siapa diriNya. Manusia yang jahat mendengarkan kebenaran hanya untuk menyelewengkannya. Dan rupanya Injil yang diberitakan Paulus sudah diselewengkan orang sampai mereka tidak dapat lagi membedakan yang baik dari yang jahat. Penyelewengan "si anu" begitu nyata sehingga Paulus dapat menanggapi mereka dengan kata yang cukup keras: "Mereka selayaknya mendapat hukuman". Segala usaha yang dapat diusahakan oleh manusia untuk membebaskan diri mereka dari rasa bersalah ataupun dari hukuman Allah, adalah sia-sia. Tetapi betapa lebih mulianya untuk melihatnya bagaimana dan siapa Allah didalam suasana persekutuan abadi dengan Dia daripada melihat bagaimana dan siapa Dia didalam suasana dibuang dari hadiratNya dengan segala akibatnya yaitu hukuman Allah yang sungguh mengerikan itu. 

Dengan demikian kita tahu Roma 3:7 yang tidak dapat dicomot sendirian, karena pengertiannya erat dengan ayat berikutnya, yaitu penolakan akan dusta. 


Posisi rasul Paulus yang menolak dusta diperkuat lagi di : 


* Efesus 4:25
“Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain …” 

* Kolose 3:9 
“ Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah meninggalkan manusia lama dan kelakuannya” 


DIPERTEGAS 4X PERNYATAAN RASUL PAULUS :


Rm. 9:1 Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, AKU(RASUL PAULUS) TIDAK BERDUSTA. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus,

2Kor. 11:31 Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa AKU(RASUL PAULUS) TIDAK BERDUSTA.

Gal. 1:20 Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, AKU(RASUL PAULUS) TIDAK BERDUSTA.

1Tim. 2:7 Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul--yang kukatakan ini benar, AKU(RASUL PAULUS) TIDAK BERDUSTA--dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.
Sikap rasul Paulus yang sungguh MENOLAK DUSTA, dan sekali lagi saya tekankan bahwa Roma 3:7 tidak dapat dicomot tanpa melihat konteks untuk membenarkan suatu tuduhan. 
- A Text Without Context is a Pretext to a Proof Text – 


Kita lanjut pada ayat lainnya yang dipersoalkan oleh penuduh : 


* Filipi 1:18 LAI TB, Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita, KJV, What then? notwithstanding, every way, whether in pretence, or in truth, Christ is preached; and I therein do rejoice, yea, and will rejoice.TR, τι γαρ πλην παντι τροπω ειτε προφασει ειτε αληθεια χριστος καταγγελλεται και εν τουτω χαιρω αλλα και χαρησομαι Translit interlinear, , ti gar {lalu apa} plên {meskipun begitu} panti {dengan setiap} tropô {cara} eite {baik} prophasei {dengan maksud palsu} eite {maupun} alêtheia {kebenaran} khristos {Kristus} kataggelletai {diberitakan} kai {dan} en {karena} toutô {hal ini} khairô {aku bersuka cita} alla {(bukan saja ini) tetapi} kai {juga} kharêsomai {aku akan bersuka cita} 


Penuduh mempersoalkan Filipi 1:18 terhadap kata negatif "dengan maksud palsu" tanpa melihat konteks. Maka perlu sekali mengerti konteks-nya, mari kita baca lebih lengkap, sbb : 


* Filipi 1:15-18
1:15 Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik.
1:16 Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil,
1:17 tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.
1:18 Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,
 


Tema Filipi 1:15-18: 
Pemberitaan Injil Walaupun Dengan Berbagai Maksud
 


Soal yang penting yang kita hendak tentukan dalam Filipi 1:15-18, ialah : 

- Siapakah golongan di dalam jemaat yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan. 
- Siapakah orang-orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan (ayat 15) 
- Siapakah orang-orang yang memberitakan Kristus karena kepentingan sendiri dan dengan yang tidak ikhlas (ayat 17), 
- Siapakah orang-orang yang memberitakan Kristus dengan maksud palsu (ayat 18 )? 


Dalam permasalahan ini, ada orang-orang yang melawan Rasul Paulus bukanlah orang kafir yang menghujat nama Kristus. Bukan pula orang bidat yang menyebarkan ajaran yang sesat. Rupanya mereka itu adalah orang-orang Kristen yang tidak mengasihi Rasul Paulus. Mereka senang kalau ia tetap dipenjarakan. Lebih jauh lagi, mereka suka kalau pemenjaraannya menjadi lebih payah. Mereka bersukacita kalau mereka dapat menambah penderitaan Rasul Paulus. Mereka memberitakan Injil atas dasar dengki dan perselisihan. Mereka ingin memajukan golongannya dan kepentingan sendiri, dengan tujuan untuk menambah-nambah penderitaan Rasul Paulus. 

Perkataan "memperberat bebanku" dalam bahasa asli memuat suatu kiasan, yaitu rantai besi yang menggosok tangan kaki Paulus seperti dengan kertas pasir dan melukai tangan kakinya, padahal ia terbelenggu dalam penjara dan tidak dapat membela diri. Pekabaran Injil dengan maksud begitu kosong adanya, dan tidak dengan sungguh-sungguh. Siapakah golongan itu? 

Ada dua tafsiran yang masing-masing diterima oleh kebanyakan penafsir. 


Pertama : 

Profesor Joseph Barber Lightfoot dalam bukunya yang berjudul "Saint Paul's Epistle to the Philippians" (1913), berkata bahwa mereka itu ialah orang-orang Kristen Yahudi yang menurut Taurat. Paulus mengecam mereka dalam pasal tiga ayat dua. Menurut Lightfoot, mereka mengabarkan Injil bukan dengan maksud untuk mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan, melainkan untuk menambah jumlah pengikut golongan mereka. Maksud mereka yang terutama ialah melawan Rasul Paulus karena mereka cemburu atas pengaruh Paulus. Hasil baik bagi mereka itu bukanlah kemajuan Injil di hadapan orang kafir, melainkan kemenangan atas Rasul Paulus. Mereka senang sekali memikirkan bahwa penderitaan Paulus bertambah. Karena itu, mereka sangat giat dalam pekerjaan mereka. 

Selanjutnya, Lightfoot berkata dan bersoal demikian: 
Bagaimanakah Rasul Paulus dapat bersyukur sebab mereka mengabarkan Injil dengan cara demikian? Bukankah kesenangan itu bertentangan dengan prinsip-prinsip Rasul Paulus? Bukankah Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Galatia mengecam dan menentang asas pengajaran yang dicampur Taurat dengan berkata bahwa orang yang berpegang kepada pengajaran itu mengaku bahwa Kristus telah mati dengan sia-sia? Rupanya kelakuan Paulus dalam dua hal itu bertentangan. Tetapi kedua peristiwa itu berlainan sifatnya. Orang-orang Kristen di Galatia harus memilih antara kebebasan Injil dan belenggu Taurat. 

Di Filipi Paulus dihadapkan kepada dua pilihan: kekristenan yang tidak sempurna, yang banyak kekurangannya, atau keadaan orang yang sama sekali masih kafir. Kekristenan itu tidak lengkap dan tidak memadai, tetapi Rasul Paulus menganggapnya suatu keuntungan atau kemajuan karena lebih baik daripada kekafiran. Paulus bersukacita karena Kristus diberitakan, biarpun dengan maksud dan tujuan yang tidak patut. Demikianlah tafsiran Lightfoot. 


Kedua : 

Tafsiran yang lain seperti berikut; orang-orang dalam golongan itu ialah orang-orang Kristen yang berpegang pada Injil yang diberitakan oleh Paulus, tetapi mereka cemburu terhadap Paulus. Mereka tidak suka melihat Paulus maju sebab mereka sendiri ingin menjadi yang terutama. Mereka menarik keuntungan dari penderitaan Rasul Paulus di penjara dan mempergunakannya sebagai kesempatan untuk meninggikan diri sendiri ~ suatu sikap yang sangat rendah. Kita tidak dapat menentukan apakah mereka itu orang Kristen Yahudi yang menurut Taurat atau apakah mereka itu orang Kristen yang melawan Paulus karena dengki. Satu hal yang nyata ialah bahwa pekabaran Injil mereka didasarkan atas sifat yang sangat rendah. Kedengkian sudah ada sejak dahulu kala, demikian pula perselisihan. Apakah mereka orang Yahudi atau orang Kristen, yang pasti ialah bahwa mereka cemburu terhadap Rasul Paulus, cemburu atas kuasa dan pengaruhnya. Kecemburuan sering terdapat di antara orang yang sama pekerjaannya, misalnya di antara para pengabar Injil dan di antara para dokter. 

Dosa mereka ialah mereka tidak mempunyai maksud yang suci. Maksud mereka bercampur dengan maksud yang tidak patut. Nyatalah bahwa penyerahan mereka kepada Kristus tidak seperti Paulus. Sering kali orang-orang yang mempunyai maksud yang tidak suci dapat memasuki juga pekerjaan Tuhan bersama-sama dengan orang yang mempunyai maksud yang mulia, yaitu mempermuliakan Kristus. Walaupun maksud-maksud mereka cemar, Paulus tidak dikalahkan dan tidak putus asa. Roh Paulus masih menang. Ia tetap berharap dan bersandar kepada Allah dengan tetap teguh. 

Bagaimana sikap Paulus terhadap mereka itu? Biar bagaimanapun, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur, Kristus tetap diberitakan. Maka, "Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita." Tentu Paulus berharap supaya nanti mereka akan mengenal Kristus dengan sebenar-benarnya. Walaupun mereka menyusahkan Paulus, Paulus telah menang dan Injil dimajukan. 


Ada beberapa nasihat yang dapat kita ambil dari apa yang dihadapi dan sikap dari rasul Paulus ini: 

1. Biarlah Kristus diberitakan, kita menjadi milik Kristus dan bukan milik aliran-aliran dalam jemaat Kristus. Lagipula, Tuhan Allah tidak mengambil keputusan bahwa ia tidak akan memberkati atau memajukan pekerjaan orang yang bekerja dengan maksud yang salah. 

2. Tuhan Allah dapat memberi berkat kepada jiwa orang walaupun Ia memberi apa-apa atau menahani/ menghalangi apa-apa dari pekerja-pekerja yang tidak layak. Tentu pelayanan kepada Kristus yang menurut prinsip-prinsip Iblis tidak dapat membangun suatu jemaat yang teguh. 

Paulus menuai suatu berkat meskipun mereka melawan dia. Kemajuan Injil sejak waktu Paulus sampai zaman sekarang telah tercapai karena jiwa-jiwa bernyala-nyala dengan kasih kepada Allah di dalam Kristus, dan dipenuhi dengan Roh Kudus. 

Sejarah Gereja tidak lain daripada riwayat hidup orang-orang saleh. Dan tiap-tiap kebangunan rohani terjadi sebab satu orang bernyala-nyala hatinya dengan kasih kepada Kristus. Janganlah kita menjadi orang yang hanya menerima dari Kristus, melainkan menjadi orang yang berpengaruh guna Kristus. Yohanes Pembaptis berkata mengenai hal Yesus Kristus bahwa "Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api" (Matius 3: 11). Perjanjian itu berlaku pada hari ini juga. Walaupun demikian, kalau kita memandang umat Kristen umumnya, hampir-hampir kita tidak percaya karena rupanya banyak orang Kristen telah dicelupkan ke dalam air yang dingin, bukan di dalam api Roh Kudus. Yang lebih meng-herankan ialah bahwa kedinginan menjalar sama seperti kegiatan Paulus menjalar. Saudara-Saudara, sudahkah kita memperoleh pelajaran ini dari Rasul Paulus, yaitu selalu bersikap sabar terhadap orang-orang yang menganiayanya? 


Inilah makna dari Filipi 1:18, yang sebetulnya sama sekali tidak bermakna negatif jika kita mengerti dengan benar maksud/ konteksnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS